KoranLombok.com, BIMA – Bunga tabebuya yang sekilas menyerupai sakura mendadak menjadi perbincangan di Facebook. Unggahan tentang pohon berbunga merah muda dan putih ramai dibagikan warganet Bima hingga Dompu, lengkap dengan ajakan berburu foto dan komentar penuh kekaguman.
Salah satu unggahan datang dari akun Fariani yang menyebut kawasan Jalan Panda. “Masyallah penutup malam, bunga sakura tropis dijalan panda cantik sekali,” tulisnya. Foto yang menyertai unggahan itu menampilkan pemandangan penuh bunga yang menarik perhatian pengguna media sosial.

Di kolom komentar, akun Xyitha mengajak warganet ikut menikmati tren tersebut. “Ayo pada foto disana mumpung lagi trend,” tulisnya. Unggahan lain pun memancing percakapan tentang ruas jalan yang konon terlihat seperti sedang memasuki musim semi.
Akun Anton, misalnya, bercerita datang pagi-pagi ke arah batas kota, tetapi mendapati banyak bunga sudah gugur. Pengguna bernama IndAh Mbozo justru menilai guguran bunga ikut mempercantik suasana. Sementara itu, Annisaa mengusulkan penanaman tabebuya di sepanjang jalan Kota Bima agar dapat menjadi daya tarik baru.
Perbincangan serupa muncul dari Dompu. Melalui unggahannya, Armintati Sri menyebut Jalan Bhayangkara dan mengajak warga berfoto tanpa harus pergi jauh ke Bima. Ada pula komentar bercanda soal menanam pohon sekarang agar segera berbunga.

Viral, tetapi foto-fotonya perlu diperiksa
Di tengah kekaguman warganet, muncul pula pertanyaan mengenai keaslian pemandangan tersebut. Saat ditinjau, unggahan Anton dan Armintati Sri menampilkan label “Konten AI”. Label itu perlu diperhatikan, meski tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh isi unggahan dibuat menggunakan kecerdasan buatan.
Keraguan juga terlihat di kolom komentar unggahan Gex Dara tentang kawasan batas kota menuju Panda. Akun Abank Kejam menulis, “Tiap hari saya pulang kerja dari situ, perasaan gak kayak gitu deh…” Komentar tersebut merupakan kesaksian pengguna media sosial, bukan hasil pemeriksaan lokasi.
Karena itu, pemandangan bunga dalam foto yang viral belum bisa dipastikan menggambarkan kondisi sebenarnya di semua lokasi yang disebut. Namun, antusiasme warga terhadap pohon tabebuya terlihat dari beragam komentar dan usulan penanaman.
Fakta unik tabebuya: mirip sakura, tetapi berbeda
Salah satu jenis yang dikenal berbunga merah muda adalah Tabebuia rosea. Menurut Royal Botanic Gardens, Kew, spesies dalam keluarga Bignoniaceae ini berasal dari wilayah Meksiko hingga Ekuador. Jadi, meski sering disebut sakura tropis, tabebuya bukan pohon sakura.
National Parks Board (NParks) Singapura menjelaskan bahwa T. rosea memiliki bunga berbentuk terompet, berwarna merah muda atau putih. Pohon ini dapat berbunga lebat setelah hujan deras menyusul periode panas dan kering yang panjang. Bunganya bertahan beberapa hari sebelum layu, sedangkan bijinya memiliki bagian bersayap yang membantu penyebaran oleh angin.
Kendati demikian, identitas jenis pohon dalam unggahan Bima–Dompu belum dipastikan lewat pemeriksaan langsung. Penjelasan botani itu adalah informasi umum, bukan bukti bahwa lokasi maupun waktu pembungaan pada foto telah terverifikasi.
Viralnya tabebuya menyisakan satu harapan yang menarik: jika pohon berbunga itu memang ditanam dan dirawat di ruang publik, suatu hari warga bisa menikmati pemandangan cantiknya secara langsung, bukan hanya melalui linimasa.

