PLN Pastikan Pasokan Listrik Sumbawa Aman Selama Ramadan

Sumbawa — PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, tetap andal selama Ramadan 1447 Hijriah. Berbagai langkah kesiapsiagaan dilakukan untuk menjaga kontinuitas pasokan listrik bagi masyarakat, khususnya saat aktivitas ibadah dan kegiatan malam hari meningkat.

Kesiapan tersebut dilakukan melalui penguatan sistem kelistrikan serta peningkatan kesiapsiagaan personel di lapangan. PLN juga melakukan pemeliharaan jaringan dan pengecekan instalasi listrik di sejumlah rumah ibadah untuk memastikan sistem berjalan optimal selama Ramadan.

Secara sistem, kondisi kelistrikan Pulau Sumbawa yang berada dalam Sistem Tambora berada dalam status normal. Sistem ini memiliki kapasitas daya mampu sebesar 179,87 megawatt (MW), dengan beban puncak tercatat 142,46 MW sehingga masih terdapat cadangan daya sekitar 37,41 MW.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat, Sri Heny Purwanti, mengatakan kondisi cadangan daya tersebut memberikan ruang yang cukup untuk menjaga keandalan pasokan listrik selama Ramadan. “Dengan kondisi sistem yang normal dan cadangan daya yang memadai, insya Allah kebutuhan listrik masyarakat selama Ramadan dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Sri Heny.

Menurut Heny, PLN juga memperkuat pengawasan operasional pembangkit, jaringan transmisi, hingga distribusi listrik. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan sekaligus memastikan respons cepat apabila terjadi kendala di lapangan.

Di Pulau Sumbawa, PLN saat ini melayani sebanyak 243.589 pelanggan yang tersebar di berbagai wilayah. Untuk menjaga keandalan pasokan listrik selama Ramadan, sebanyak 67 personel PLN bersama 207 tenaga alih daya (TAD) dan mitra kerja disiagakan guna memantau kondisi sistem serta melakukan penanganan cepat apabila terjadi gangguan kelistrikan.

Selain itu, tim teknis PLN juga melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan berkala terhadap jaringan distribusi dan gardu listrik. Langkah ini menjadi bagian dari upaya preventif agar pasokan listrik tetap stabil, terutama saat waktu-waktu ibadah seperti salat tarawih dan sahur.

PLN juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan listrik secara bijak serta memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman. Apabila terjadi gangguan kelistrikan, pelanggan dapat melaporkannya melalui aplikasi PLN Mobile atau layanan contact center PLN.

Melalui berbagai langkah tersebut, PLN menegaskan komitmennya untuk menjaga keandalan pasokan listrik selama Ramadan. Perusahaan juga terus berupaya memastikan pelayanan kelistrikan tetap optimal guna mendukung kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas dan ibadah di bulan suci. (F3)

Ket. Foto:

Tampak seorang ibu rumahtangga melakukan aktivitas memasak didapur yang begitu terang benderang berkat listrik handal selama Ramadan. (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Perda Pajak dan Retribusi Daerah Disahkan, NTB Target Tambahan PAD Rp160 Miliar

Mataram - Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah resmi disahkan menjadi...

Rakor Tim Koordinator SPBE 2025, Asisten III : Kuatkan Kolaborasi Menuju Pemerintahan Digital

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Kominfotik menggelar Rakor Tim Koordinator SPBE 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang Jayengrane Kantor Bupati Lombok Barat, RABU,...

Bukti DNA, CCTV hingga Ahli Forensik Jadi Dasar JPU Tuntut Radit

Mataram – Jaksa Penuntut Umum (JPU) meyakini terdakwa Radiet Adiansyah alias Radit merupakan pelaku tunggal dalam kasus pembunuhan terhadap Ni Made Vaniradya Puspa...

Le Braga Tongkrongan dengan View Terbaik di Braga Sambil Ngopi Senja

Sudah tak diragukan lagi, kawasan Braga Kota Bandung jadi pusat wisata kuliner yang diwarnai nuansa historis yang panjang tentang Kota Bandung.Dari sekian banyak tempat...

Tragedi KMP Tunu, Abdul Hadi Desak Evaluasi Total Sistem Penyeberangan Laut

Banyuwangi – Tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali memantik keprihatinan mendalam dari Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKS, Abdul...