Bima – Setelah menjalani proses penyelidikan selama hampir setahuntepatnya 11 bulan sejak laporan diterima pada 23 Februari 2024Polres Bima Kabupaten resmi menetapkan Syafruddinseorang warga Desa CengguKecamatan Belosebagai tersangka dalam kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur.
Penetapan tersebut dituangkan dalam surat pemberitahuan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bima tertanggal 23 Januari 2025. "Sehubungan dengan rujukan tersebut di atasbersama ini disampaikan kepada saudara bahwa sejak tanggal 23 Januari 2025telah ditetapkan sebagai Tersangka dalam perkara Tindak Pidana Persetubuhan dan Perbuatan Cabul terhadap anak yang terjadi pada Hari Jumattanggal 23 Februari 2024," demikian isi surat tersebut.
Peristiwa memilukan ini terjadi pada 23 Februari 2024 sekitar pukul 17.00 Witadi RT 007/RW 003Desa CengguKecamatan Belo. Kasus ini langsung dilaporkan oleh ibu korban ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bima Kabupaten pada keesokan harinya24 Februari 2024.
Kasat Reskrim Polres BimaAbdul Maliksaat dikonfirmasi media membenarkan penetapan Syafruddin sebagai tersangka. “Iyasudah ditetapkan sebagai tersangka. Besok kami jadwalkan untuk pemanggilan sebagai tersangka,” ujar Malik pada Selasa28 Januari 2025melalui sambungan telepon.
Abdul Malik menjelaskan bahwa meski status tersangka telah ditetapkanpihak kepolisian tidak langsung melakukan penahanan. “Penetapan tersangka tidak serta-merta harus diikuti dengan penahanan. Masih ada serangkaian proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” tegasnya. (F3)

