Nadira Bantah Dugaan Perselingkuhan, Sebut Tak Pernah Lihat Bukti Percakapan

Mataram – Nadira Ramayanti angkat bicara menanggapi beredarnya pemberitaan terkait dugaan perselingkuhan yang menyeret namanya. Ia menegaskan hingga saat ini tidak pernah diperlihatkan secara langsung bukti percakapan yang disebut-sebut menjadi dasar tuduhan terhadap dirinya.

Dalam pernyataannya, Nadira menyampaikan bahwa klaim mengenai adanya percakapan yang beredar di publik tidak pernah ia lihat secara utuh maupun dikonfirmasi langsung kepadanya.

“Menanggapi pemberitaan yang kembali beredar mengenai dugaan adanya bukti percakapan yang disebut-sebut sebagai dasar tuduhan terhadap diri saya, saya menegaskan bahwa hingga saat ini saya tidak pernah diperlihatkan secara langsung bukti percakapan yang Nadira Bantah Dugaan Perselingkuhan, Sebut Tak Pernah Lihat Bukti Percakapan

Mataram – Nadira Ramayanti angkat bicara menanggapi beredarnya pemberitaan terkait dugaan perselingkuhan yang menyeret namanya. Ia menegaskan hingga saat ini tidak pernah diperlihatkan secara langsung bukti percakapan yang disebut-sebut menjadi dasar tuduhan terhadap dirinya.

Dalam pernyataannya, Nadira menyampaikan bahwa klaim mengenai adanya percakapan yang beredar di publik tidak pernah ia lihat secara utuh maupun dikonfirmasi langsung kepadanya.

“Menanggapi pemberitaan yang kembali beredar mengenai dugaan adanya bukti percakapan yang disebut-sebut sebagai dasar tuduhan terhadap diri saya, saya menegaskan bahwa hingga saat ini saya tidak pernah diperlihatkan secara langsung bukti percakapan yang dimaksud oleh pihak-pihak yang menyampaikan klaim tersebut,” ujarnya.

Ia juga menyatakan belum dapat memastikan keaslian percakapan yang beredar di berbagai pihak. Pasalnya, dirinya tidak pernah melihat secara langsung apakah percakapan tersebut benar berasal dari perangkat ataupun akun WhatsApp miliknya.

“Sampai dengan saat ini saya juga tidak dapat memastikan bahwa percakapan yang beredar tersebut benar berasal dari perangkat atau akun WhatsApp milik saya, karena saya sendiri tidak pernah melihat secara langsung bukti yang dimaksud secara utuh,” jelasnya.

Menurut Nadira, ia bahkan tidak mengetahui secara pasti percakapan mana yang dimaksud sebagai “bukti utuh” sebagaimana yang disampaikan dalam berbagai pemberitaan media.

Karena itu, ia menilai tidak tepat jika berbagai klaim dibangun di ruang publik tanpa adanya klarifikasi atau konfirmasi langsung kepada dirinya.

“Saya juga tidak mengetahui secara pasti percakapan mana yang dimaksud sebagai ‘bukti utuh’ sebagaimana yang disampaikan di media, sehingga sangat tidak tepat apabila berbagai klaim tersebut dibangun di ruang publik tanpa pernah dikonfirmasi secara langsung kepada saya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nadira menegaskan bahwa komunikasi yang pernah terjadi tidak pernah dimaksudkan sebagai hubungan pribadi ataupun hubungan khusus sebagaimana yang dituduhkan sejumlah pihak.

“Sebagaimana yang telah saya sampaikan sebelumnya, komunikasi yang pernah terjadi tidak pernah dimaksudkan sebagai hubungan pribadi ataupun hubungan khusus sebagaimana yang dituduhkan oleh beberapa pihak,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Nadira berharap semua pihak dapat menahan diri dan tidak membangun opini yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa saat ini dirinya tengah menyelesaikan persoalan rumah tangga melalui jalur hukum.

“Saya berharap semua pihak dapat menahan diri dan tidak membangun opini yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, terlebih saat ini saya juga sedang menyelesaikan persoalan rumah tangga saya melalui jalur hukum,” pungkasnya. oleh pihak-pihak yang menyampaikan klaim tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Sabtu, (14/3/26).

Ia juga menyatakan belum dapat memastikan keaslian percakapan yang beredar di berbagai pihak. Pasalnya, dirinya tidak pernah melihat secara langsung apakah percakapan tersebut benar berasal dari perangkat ataupun akun WhatsApp miliknya.

“Sampai dengan saat ini saya juga tidak dapat memastikan bahwa percakapan yang beredar tersebut benar berasal dari perangkat atau akun WhatsApp milik saya, karena saya sendiri tidak pernah melihat secara langsung bukti yang dimaksud secara utuh,” jelasnya.

Menurut Nadira, ia bahkan tidak mengetahui secara pasti percakapan mana yang dimaksud sebagai “bukti utuh” sebagaimana yang disampaikan dalam berbagai pemberitaan media.

Karena itu, ia menilai tidak tepat jika berbagai klaim dibangun di ruang publik tanpa adanya klarifikasi atau konfirmasi langsung kepada dirinya.

“Saya juga tidak mengetahui secara pasti percakapan mana yang dimaksud sebagai ‘bukti utuh’ sebagaimana yang disampaikan di media, sehingga sangat tidak tepat apabila berbagai klaim tersebut dibangun di ruang publik tanpa pernah dikonfirmasi secara langsung kepada saya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nadira menegaskan bahwa komunikasi yang pernah terjadi tidak pernah dimaksudkan sebagai hubungan pribadi ataupun hubungan khusus sebagaimana yang dituduhkan sejumlah pihak.

“Sebagaimana yang telah saya sampaikan sebelumnya, komunikasi yang pernah terjadi tidak pernah dimaksudkan sebagai hubungan pribadi ataupun hubungan khusus sebagaimana yang dituduhkan oleh beberapa pihak,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Nadira berharap semua pihak dapat menahan diri dan tidak membangun opini yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa saat ini dirinya tengah menyelesaikan persoalan rumah tangga melalui jalur hukum.

“Saya berharap semua pihak dapat menahan diri dan tidak membangun opini yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, terlebih saat ini saya juga sedang menyelesaikan persoalan rumah tangga saya melalui jalur hukum,” pungkasnya.

Di tengah prahara rumah tangganya yang dikabarkan nyaris berujung perceraian, nama Nadira sempat menjadi sorotan setelah muncul isu dugaan perselingkuhan yang menyeret dirinya dengan Bupati Dompu. (F3)

Ket. Foto: 

Nadira memberikan klarifikasi atas tuduhan dugaan perselingkuhan  yang menyeret namanya. (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Goethe-Institut dan SAVVY Contemporary Buka Pendaftaran Residensi REFLEKT 2025 untuk Praktisi Seni Asia Tenggara

Jakarta - Goethe-Institut Asia Tenggara bekerja sama dengan ruang seni kontemporer SAVVY Contemporary di Berlin kembali membuka kesempatan bagi seniman, kurator, dan praktisi seni...

Diduga Setubuhi Anak Dibawah Umur, Tiga Remaja di Mataram Diamankan,

Mataram  -  Tiga Pria masih remaja di Kota Mataram diamankan Tim Resmob Polresta Mataram lantaran dilaporkan atas dugaan Pencabulan / Persetubuhan anak dibawah umur,...

Taati Ketentuan SIPD, BPD Bali Kolaborasi dengan Bank NTB Syariah

Mataram - Bank NTB Syariah memperkuat posisinya sebagai pengelola utama pembiayaan aparatur sipil negara (ASN) daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) setelah menerima pelimpahan...

Hadiri Pengukuhan MUI NTB, Menteri Nusron Tekankan Prinsip Kebermanfaatan dalam Pengabdian

Mataram - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menghadiri Pengukuhan dan Silaturahmi Kebangsaan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI)...

DPRD NTB Gelar Aksi Gotong Royong Pasca Banjir, Baiq Isvie: Jangan Lagi Buang Sampah dan Kotoran di Sungai

Mataram — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar aksi gotong royong massal yang dipusatkan di Lingkungan Kebon Duren, Kelurahan...