Mataram – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTBLalu Muhamad Aminmengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi NTB bersama seluruh stakeholder yang terus berkomitmen dalam mendukung kelancaran dan keamanan penyelenggaraan ibadah haji.
“Penyelenggaraan haji tahun ini menjadi momentum pentingkarena merupakan pelaksanaan perdana dalam struktur Kementerian Haji dan Umrah yang baru. Ini adalah amanah besar yang harus kita laksanakan dengan pelayanan terbaik bagi jama’ah,” ujarnya dalam Rapat Persiapan PPIH yang digelar di Asrama Haji LombokSelasa (7/4/2026).
Berdasarkan jadwaljama’ah haji NTB akan mulai masuk asrama haji pada 21 April 2026 pukul 06.00 WITAdan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 22 April 2026 dini hari.
Selama masa tunggu di embarkasiseluruh petugas diminta memastikan layanan berjalan optimal agar jemaah dapat mempersiapkan ibadah dengan baik.
Seluruh dokumen jama’ahtermasuk visatelah diselesaikan sebelum bulan Ramadan. Saat inikoordinasi terus dilakukan dengan pihak terkaittermasuk syarikahdalam rangka distribusi kartu Nusuk yang akan dilaksanakan di embarkasi sebagai bagian dari penyesuaian sistem layanan terbaru.
Selain ituberbagai tahapan persiapan seperti penetapan kuotapelaksanaan manasik hajiserta bimbingan teknis petugas telah diselesaikan lebih awal guna memberikan waktu yang cukup bagi jama’ah untuk menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan.
Untuk memastikan kesiapan menyeluruhakan dilaksanakan simulasi pelayanan jama’ahmulai dari kedatangan di embarkasi hingga proses pemberangkatan ke bandara.
Peningkatan layanan juga dilakukan di bandaradi mana jama’ah tidak lagi diturunkan di area terbukamelainkan langsung melalui fasilitas kedatangan dengan dukungan eskalator dan liftkhususnya bagi jama’ah lansia dan prioritas.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan serta melindungi jama’ah dari kondisi cuaca.
Sementara ituKepala UPT Asrama Haji Embarkasi LombokLalu Madahanmenyampaikan bahwa kesiapan operasional asrama haji saat ini telah mencapai sekitar 85 persen dan ditargetkan mencapai 100 persen pada 15 April 2026.
Ia menjelaskanfasilitas utama yang akan digunakan meliputi Gedung MinaArafahdan Shafa sebagai lokasi pelayanan jama’ahsementara Gedung Namira difungsikan sebagai pusat kegiatan panitia.
Untuk menunjang kenyamananseluruh kamar telah dilengkapi berbagai amenitasseperti perlengkapan mandiselimuthandukserta fasilitas pendukung lainnya. Selain itudisiapkan pula konsumsi ringanketersediaan air bersihserta dukungan listrik dengan genset berkapasitas 500 kVA sebagai langkah antisipasi.
Dalam rangka mendukung layanan haji ramah lansia dan disabilitasasrama haji juga telah menyiapkan kursi roda serta fasilitas pendukung lainnya.
Pemerintah Provinsi NTB menegaskan bahwa melalui sinergi yang kuat antar seluruh pihakdiharapkan seluruh proses penyelenggaraan ibadah hajimulai dari pemberangkatan hingga kepulangan jama’ahdapat berjalan lancaramandan memberikan pelayanan terbaik.
“Pemprov NTB berharap seluruh proses pemberangkatan hingga kepulangan jama’ah haji NTB dapat berjalan dengan baikdengan pelayanan yang optimal sehingga jama’ah dapat beribadah dengan nyaman dan khusyuk,” ujar Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfotik NTBSafrudinSH MHyang ditugaskan sebagai Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Lombok.
Rapat tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentinganantara lain unsur pemerintah daerahTNI/PolriImigrasiotoritas bandaramaskapai penerbanganserta instansi terkait lainnyasebagai bentuk penguatan koordinasi untuk memastikan seluruh tahapan layanan berjalan optimal. (F*)
Ket. Foto:
Rapat Persiapan PPIH yang digelar di Asrama Haji Lombok. (Ist)

