Perlindungan Warisan Masyarakat Adat Kabupaten Buton Diperkuat melalui Pengadministrasian dan Pendaftaran Tanah Ulayat

Buton – Kabupaten Buton memiliki sejarah panjang sebagai wilayah dengan masyarakat hukum adat yang masih lestari. Untuk menjaga kelestarian masyarakat hukum adat agar tak tergerus waktuKementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memperkuat perlindungan hak atas tanah-tanah ulayat.

“Sepanjang masyarakat hukum adat dan tanah ulayatnya masih adanegara mengakuimenghormatidan melindunginya. Melalui pengadministrasian dan pendaftaran tanah ulayatkita ingin memberikan kepastian hukum sehingga hak masyarakat adat tetap terlindungi,” ujar Staf Ahli Bidang Hukum Agraria dan Masyarakat AdatSlameto Dwi Martonodalam acara Sosialisasi Pengadministrasian dan Pendaftaran Tanah Ulayat di Kabupaten ButonKamis (02/07/2026).

Menurut Slameto Dwi Martonokuatnya sejarah adat di Kabupaten Buton menjadi modal penting dalam pelaksanaan pengadministrasian dan pendaftaran tanah ulayat. Namunsebelum didaftarkanperlu dipastikan terlebih dahulu bahwa masyarakat hukum adat beserta tanah ulayatnya masih eksis dan memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Jika masyarakat hukum adat beserta tanah ulayatnya masih memenuhi persyaratanpengadministrasian dan pendaftaran menjadi langkah penting untuk mencegah sengketa pertanahan sekaligus memberikan perlindungan hukum yang lebih kuat. Karena ituidentifikasi harus dilakukan secara cermat agar hak masyarakat adat benar-benar terlindungi,” jelas Slameto Dwi Martono.

Ia menjelaskanPeraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 14 Tahun 2024 memberikan pilihan kepada masyarakat hukum adat untuk melakukan pengadministrasian hingga penerbitan daftar tanah ulayat atau melanjutkannya sampai penerbitan sertipikat hak atas tanah. Pilihan tersebut diberikan sesuai kesepakatan masyarakat hukum adat sehingga tidak ada kewajiban untuk langsung melakukan sertipikasi.

Selain ituSlameto Dwi Martono menegaskan bahwa pemberian Hak Pengelolaan atas tanah ulayat bukan berarti negara mengambil alih tanah masyarakat hukum adat. Sebaliknyahak tersebut menjadi instrumen perlindungan agar tanah ulayat tidak mudah dialihkan maupun diperjualbelikansekaligus membuka peluang pemanfaatan tanah secara produktif sesuai kesepakatan masyarakat adat dan ketentuan yang berlaku.

Sosialisasi ini diikuti oleh perwakilan masyarakat hukum adat di Kabupaten Buton. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi dalam upaya mempertahankan agar tanah ulayatnya tetap eksis. Turut memberikan materiperwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian Dalam Negeri. Pada acara ini dilakukan pertukaran plakat antara Kementerian ATR/BPN dan Pemerintah Kabupaten Buton. (JM/RZ)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

PLN UIW NTB Perkuat Sistem Kelistrikan Pulau Sumbawa, Tambah Kapasitas Pembangkit 5 MW

Sumbawa Barat – PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) terus memperkuat sistem kelistrikan di Pulau Sumbawa. TerbaruPLN melalui Unit Pelaksana Pembangkitan...

Biddokkes Polda NTB Bagi Takjil untuk Ojol dan Pengendara

Mataram — Menjelang waktu berbuka puasasuasana depan Mako Biddokkes Polda NTBAhad (23/2/2025) soretampak lebih ramai dari biasanya. Personel Biddokkes turun langsung membagikan takjilkepada pengemudi...

Dinas Kominfotik NTB Dorong Digitalisasi dan Keterbukaan Informasi dalam Penyusunan Ranwal RPJMD 2025-2029

Mataram - Dinas KomunikasiInformatikadan Statistik (Kominfotik) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berperan aktif dalam penyusunan Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)...

Gubernur NTB : Kolaborasi Jadi Kunci Atasi Kemiskinan 

Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB)Dr. Lalu Muhamad Iqbalmenegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka kemiskinan. Hal ini disampaikannya saat membuka Rapat...

PUPR PKP NTB Dukung Sensus Ekonomi 2026 Lewat Program “Ngibar” Bersama BPS

Mataram – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan RuangPerumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR PKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Sensus...