Jamaah Haji NTB di Makkah dalam Kondisi Baik, Layanan Terjamin hingga Antisipasi Darurat

Makkah – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Nusa Tenggara Barat (Kakanwil Kemenag NTB), Zamroni Aziz, menyampaikan kabar menggembirakan terkait kondisi jamaah haji asal NTB yang saat ini berada di Tanah Suci.

“Secara umum, Alhamdulillah jamaah kita dari NTB dalam kondisi baik,” ujarnya saat memberikan keterangan dari Makkah melalui siaran persnya, Selasa, (27/5).

Zamroni menjelaskan, bahwa seluruh jamaah gelombang pertama dari Kloter 1 hingga Kloter 12 telah tiba di Makkah dan seluruh proses pemindahan dari Madinah ke Mekkah berjalan lancar. Ia memastikan bahwa layanan yang diberikan kepada jamaah, termasuk kesehatan, transportasi, akomodasi, dan konsumsi berjalan baik dan mendapat apresiasi dari para jamaah.

Terkait kendala teknis seperti keterlambatan distribusi Kartu Nusuk, Zamroni menegaskan bahwa hal tersebut hampir seluruhnya terselesaikan.

“Sudah 99% selesai. Tinggal beberapa kloter yang tersisa, namun kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Sarikah dan sektor pelayanan. Insya Allah, semuanya tuntas sebelum puncak ibadah di Arafah (Alrmusna),” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pelayanan bagi jamaah yang mengalami sakit maupun yang wafat selama di Tanah Suci telah dilakukan dengan sangat baik. Menurutnya, penanganan jenazah dilakukan secara profesional dan penuh penghormatan.

“Bayangkan, yang wafat disalatkan di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. Setelah itu, proses pemakaman dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi dengan pendampingan dari kloter. Luar biasa pelayanannya,” ungkapnya.

Zamroni menjelaskan, sistem layanan kesehatan diterapkan berjenjang. Jika sakit ringan, jamaah dirawat di hotel. Jika membutuhkan perawatan lanjutan, akan dibawa ke pos kesehatan di sektor, dan jika perlu, dirujuk ke rumah sakit.

“Tidak ada jamaah yang tidak mendapatkan layanan kesehatan. Pemerintah Arab Saudi dan Indonesia sudah menjalin MoU, jadi semua skenario sudah diantisipasi,” ujarnya.

Untuk jamaah yang tidak memungkinkan mengikuti puncak ibadah karena kondisi kesehatan, pemerintah telah menyiapkan skema khusus seperti penggunaan ambulans ke lokasi atau pelaksanaan badal haji bagi jamaah dengan gangguan kejiwaan.

“Komitmen pemerintah Indonesia dan Arab Saudi sangat kuat. Tidak ada jemaah yang ditelantarkan,” pungkas Zamroni. (F3)

Ket. Foto:

Sejumlah Jamaah Haji asal NTB saat berada di Mekkah. (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

PLN Perkuat Keandalan Listrik Sumbawa

Sumbawa – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) terus memperkuat keandalan sistem kelistrikan guna memastikan pasokan listrik yang andal...

Polsek Gunungsari Bertindak Cepat Usai Pelemparan Pondok Pesantren di Kekait

Lombok Barat - Aksi pelemparan yang diduga terjadi di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Jumat malam (2/5), langsung direspons...

Ketua DPRD NTB Ajak Masyarakat Dukung Gerakan Go Rinjani Zero Waste 2025 

Mataram  -  Keindahan Rinjani, sebagai salah satu gunung api tertinggi dan tercantik di Indonesia, tidak akan bernilai manakala masyarakat lokal tidak mendukung kebersihan dan...

Ketua DKP PWI NTB Ajak Wartawan Sajikan Berita Menyejukkan

Mataram  – Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI NTB, Abdus Syukur, mengimbau seluruh insan pers untuk lebih berhati-hati dalam menyajikan pemberitaan, terutama di tengah...

Bank NTB Syariah dan Pemda KLU Jalin Kerjasama Tanggungan  Pinjaman Bagi Hasil untuk Masyarakat

Lombok Utara – Bank NTB Syariah dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS)...