Pemprov NTB Minta Pembahasan Raperda tentang Perlindungan Pekerja Migran Ditunda

Mataram – Mendukung tiga buah rancangan peraturan daerah inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yakni Perlindungan Pekerja MigranPenguatan Iklim Usaha Daerah dan Peningkatan Keselamatan Lalu Lintas JalanPemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memberikan pandangan dalam rapat paripurna DPRD NTBRabu (23/04) di gedung dewan Jalan UdayanaMataram.

Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua H. Yek Agil bersama Ketua Hj. Baiq Isvie Rupaeda dan Wakil Ketua H. Muzihir.

Mewakili Gubernur Dr HL Muhamad Iqbal Sekretaris DaerahDrs HL Gita AriadiMsi menyampaikan usulan agar Raperda tentang Perlindungan Pekerja Migran ditunda pembahasannya sampai selesainya perubahan UU 18/2017 oleh DPR RI. Hal lain adalah mempertimbangkan terjadinya dualisme kewenangan pemerintah pusat dan daerah terkait pengaturan perlindungan pekerja migran selama bekerja yang tertuang dalam draft Rarperda.

"Ketentuan dalam UU bahwa kewenangan pemerintah provinsi adalah memberikan perlindungan pekerja migran sebelum dan setelah bekerja karena pengaturan perlindungan selama bekerja menjadi tugas dan tanggungjawab pemerintah pusat"jelas Sekda.

Terkait Raperda Penyelenggaraan Perizinan Daerah yang menjadi delegasi atas UU Cipta Kerjabeberapa perubahan ketentuan untuk memperkuat peran dan komitmen pemerintah provinsi wajib menyesuaikan dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah nomor 06/2021Sekda Miq Gita menyampaikan bahwa Raperda harus memenuhi asas pembentukan peraturan perundang undangan. Secara khusus beberapa tanggapan terkait substansi materipenggunaan istilahkata atau frasa asing serta penggunaan tanda baca dalam draft Raperda.

Sementara Raperda tentang percepatan penyediaan keselamatan jalan yang telah masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Properda) 2022 harus segera ditetapkan dengan catatan pasal pasal dalam Raperda dapat dicermati mendalam agar pelaksanaannya tidak menimbulkan kendala dalam aspek kewenanganpenerapansanksi serta tidak bertentangan dengan nilai budaya lokal masyarakat.

Sedangkan dalam rapat paripurna sebelumnya di tempat dan hari yang sama tentang restrukturisasi birokrasidelapan fraksi dewan masing masing memberikan dukungan namun dengan catatan memperhatikan kajian pemisahanpenggabungan maupun pembentukan organisasi perangkat daerah agar birokrasi efisien dan efektif tercapai.Secara khususFraksi Golkar mengingatkan agar efisiensi memperhatikan penataan tenaga kontrak Pemprov NTB sebagai bagian dari masyarakat. (F3)

Ket. Foto:
Sekda NTBH. Lalu Gita Ariadi menyampaikan pandangan umum pemprov NTB terhadap 3 buah Raperda Usul DPRD NTB. (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Masyarakat Dapat Jadwal Ukur Tanah yang Lebih Jelas Berkat Layanan Pengukuran Terjadwal

Tangerang - Pengukuran tanah merupakan salah satu tahapan yang harus dilalui masyarakat dalam proses pembuatan sertipikat. Selama inilamanya penyelesaian sertipikat kerap dipengaruhi oleh panjangnya...

Idul Adha 1447 H, PKS Kota Mataram Bagikan Ratusan Paket Daging Kurban

Mataram - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Mataram menyembelih 9 ekor sapi kurban dalam rangka perayaan Hari Raya Idul...

Listrik Ramadan Aman, Srikandi PLN Perkuat Edukasi Keselamatan Listrik di Lombok Barat

Mataram – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) menegaskan komitmennya dalam menjaga keselamatan masyarakat dan keandalan pasokan listrik selama...

Dinkes NTB Siap Launching Program “NTB Sehat” di Momen HUT ke-67 NTB

Mataram – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)Dinas Kesehatan (Dinkes) NTB menyiapkan rangkaian kegiatan besar yang dikemas...

DPRD dan Gubernur NTB Sepakati KUA-PPAS 2027, Pendapatan Daerah Direncanakan Mencapai Rp6,22 Triliun 

Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama DPRD Provinsi NTB menyepakati KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2027 dengan menempatkan pengelolaan fiskal yang realistissehatdan...