(Bag. 2)
Oleh: Dr. H. Ahsanul Khalik – Kadis Kominfotik/Juru Bicara Pemprov NTB
Menjadikan Desa Mesin Pertumbuhan Baru
Mataram – Keberhasilan mengangkat keluarga keluar dari kemiskinan ekstrem belum menjadi akhir dari perjalanan. Tantangan berikutnya adalah memastikan mereka tidak kembali terperosok ke dalam kondisi yang sama. Untuk itudesa harus memiliki fondasi ekonomi yang kuatmampu menciptakan lapangan kerjamengembangkan potensi lokaldan menjadi ruang tumbuh bagi masyarakatnya. Atas dasar itulah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengembangkan Desa Berdaya Tematik sebagai pasangan strategis Desa Berdaya Transformatif.
Jika Desa Berdaya Transformatif berfokus membangun ketahanan ekonomi keluargamaka Desa Berdaya Tematik memperkuat ekosistem ekonomi desa. Keduanya saling melengkapi: keluarga dibantu bangkit melalui usaha produktifsementara desa dipersiapkan menjadi pusat pertumbuhan yang mampu menjaga keberlanjutan kesejahteraan masyarakat.
Pada tahun 2026program ini menjangkau 257 desa di seluruh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat. Setiap desa memperoleh Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp300 juta untuk mengembangkan potensi unggulan sesuai karakteristik wilayahdengan fokus pada tanaman panganpariwisatalingkungan hidupserta sektor-sektor produktif lainnya.
Perkembangan pelaksanaan program menunjukkan respons yang positif. Hingga saat ini telah diterima 254 proposal dari total 257 desa sasaransementara tiga proposal lainnya masih dalam proses penyampaian. Dari proposal yang masuk163 desa mengusulkan satu temasedangkan 91 desa mengajukan lebih dari satu tema sesuai potensi yang dimiliki.
Proses verifikasi juga terus berjalan. Hingga kini telah diterbitkan 119 rekomendasi teknisterdiri atas 64 rekomendasi untuk desa dengan satu tema dan 55 rekomendasi bagi desa yang mengembangkan lebih dari satu tema. Selanjutnya45 desa telah memasuki tahap penyiapan dokumen pencairansedangkan 11 desa telah diproses pencairannya melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).
Capaian tersebut menunjukkan bahwa Desa Berdaya Tematik telah bergerak dari tahap perencanaan menuju implementasi. Verifikasi dilakukan secara paralel dengan proses pencairan agar pelaksanaan program berlangsung lebih cepat tanpa mengabaikan prinsip akuntabilitas. Dengan cara inidesa tidak hanya menjadi penerima bantuantetapi menjadi pelaku utama yang menggerakkan pembangunan berdasarkan potensi dan kebutuhan wilayahnya.
Ketika Negara Memastikan Tak Ada Warga yang Tertinggal
Makna sesungguhnya dari seluruh konsep tersebut terlihat dalam kunjungan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal ke Desa MekarsariKecamatan GunungsariKabupaten Lombok Barat. Kunjungan itu bukan sekadar kegiatan seremonialmelainkan bagian dari upaya memastikan bahwa setiap intervensi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengevaluasi berbagai faktor yang menentukan keberhasilan program dalam jangka panjang.
Di lapanganevaluasi tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Pemerintah ingin memastikan apakah bantuan benar-benar mampu mengubah kehidupan masyarakat dan hambatan apa saja yang masih harus diselesaikan.
Di Desa Mekarsari134 kepala keluarga menjadi penerima manfaat Program Desa Berdaya Transformatif. Sebanyak 115 kepala keluarga memperoleh bantuan modal usaha produktif sebesar Rp7 juta per keluargasedangkan 19 kepala keluarga menerima bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Total intervensi pemerintah di desa tersebut mencapai sekitar Rp1,5 miliar.
NamunGubernur juga menemukan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh bantuan modal. Jalan menuju Dusun Malaka masih sempit dan rusak sehingga menghambat mobilitas masyarakatdistribusi hasil pertanian dan peternakan,i serta akses menuju sekolah. Temuan itu memperlihatkan bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar.
Di sisi lainMekarsari menyimpan potensi besar. Pengelolaan air bersih didorong tidak hanya sebagai layanan dasartetapi juga dikembangkan menjadi unit usaha melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Potensi nira yang selama ini dipasarkan secara sederhana juga dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang mampu memasok kebutuhan sektor pariwisata dan industri pangan.
Dari kunjungan tersebut lahir satu pelajaran penting: membangun desa tidak cukup dilakukan oleh satu program atau satu instansi. Pemerintah pusatpemerintah provinsipemerintah kabupatenpemerintah desaperguruan tinggidunia usahadan masyarakat harus bergerak dalam semangat kolaborasi. Ketika setiap persoalan dibaca berdasarkan data dan diselesaikan secara bersama-samapembangunan tidak lagi berhenti pada penyaluran anggarantetapi benar-benar menghadirkan perubahan yang dirasakan masyarakat.
Program Desa Berdaya pada hakikatnya bukan sekadar program penanggulangan kemiskinan. Ia merupakan model pembangunan yang memadukan datapemberdayaan masyarakatpenguatan ekonomi desaperlindungan sosialserta kepemimpinan yang hadir langsung di tengah masyarakat.
Melalui Desa Berdaya Transformatifpemerintah membangun kemandirian keluarga. Melalui Desa Berdaya Tematikpemerintah memperkuat daya saing desa. Ketika keduanya berjalan beriringanpembangunan tidak hanya mengurangi kemiskinantetapi juga membangun fondasi kesejahteraan yang lebih kokoh dan berkelanjutan.
Ke depantantangan terbesar bukan lagi merancang program barumelainkan menjaga konsistensi pelaksanaanmemperkuat pendampinganmemperbarui kualitas datadan memastikan kolaborasi lintas sektor terus berjalan. Dengan cara itulah Desa Berdaya dapat berkembang menjadi model pembangunan desa yang tidak hanya relevan bagi Nusa Tenggara Barattetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.
Tulisan ini diawali oleh keyakinan bahwa pembangunan tidak pernah dimulai dari angkamelainkan dari manusia. Program Desa Berdaya membuktikan keyakinan itu. Ketika negara hadir hingga ke pintu rumah wargamendengarmemberdayakandan membangun dari desamaka angka-angka pembangunan tidak lagi sekadar statistiktetapi berubah menjadi cerita tentang keluarga yang bangkitdesa yang tumbuhdan masa depan yang dibangun bersama. Di situlah sesungguhnya makna NTB Makmur Mendunia menemukan wujudnya.
(Tamat)
Ket. Foto: Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyapa. Warga saat berkunjung di desa MekarsariLombok Barat. (Ist)

