Mataram – Komite Perlindungan dan Kesejahteraan Satwa (Komite Perkasa) menyampaikan aspirasi terkait perlindungan dan kesejahteraan satwa dalam hearing bersama DPRD NTB yang berlangsung di Ruang SireRabu (5/8). Audiensi tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda bersama Ketua Komisi II DPRD NTBLalu Pelita Putra.
Dalam pertemuan ituKomite Perkasa menyampaikan sejumlah isu pentingmulai dari peredaran daging anjingkesehatan satwahingga perlindungan terhadap satwa langka. Selain ituperhatian juga diberikan terhadap kesejahteraan kuda penarik cidomo yang masih menjadi bagian dari transportasi tradisional di NTB.
Ketua Komisi II DPRD NTBLalu Pelita Putramengatakan aspirasi yang disampaikan Komite Perkasa menjadi masukan penting bagi DPRD dalam menyusun regulasi yang memberikan kepastian hukum terhadap perlindungan satwa.
“Komite Perlindungan dan Kesejahteraan Satwa menyampaikan kepedulian terkait peredaran daging anjingkesehatan satwahingga perlindungan satwa langka. Kemudian ke depan juga diharapkan pemanfaatan kuda untuk cidomo di era modern ini harus mendapat perlindungan yang lebih baik. Karena itu regulasinya perlu disiapkan,” ujarnya.
Menurut PelitaKomite Perkasa juga telah menyerahkan draf rancangan beserta naskah akademik sebagai bahan awal penyusunan regulasi. Sesuai arahan Ketua DPRD NTBdokumen tersebut akan diproses melalui Komisi II sebelum diteruskan ke Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda).
“Nanti masuk melalui Komisi IIkemudian kami teruskan ke Bapemperda. Selanjutnya Bapemperda akan melakukan pengkajian kembali sebagai usulan resmi dari Komisi II,” jelasnya.
Ia menegaskanmeskipun draf dan naskah akademik dari Komite Perkasa telah diterimaBapemperda tetap memiliki kewajiban untuk melakukan kajian secara menyeluruh agar regulasi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan daerah dan ketentuan peraturan perundang-undangan. (F*)
Ket. Foto:
Ketua Komisi II DPRD NTBH. Lalu Pelita Putra. (Ist)

