Mataram – Di tengah kondisi darurat pascakebakaran Gedung DPRD NTB pada 30 Agustus 2025 laluaktivitas lembaga legislatif tak surut. DPRD NTB memilih tetap bekerja dan menggelar rapat-rapat penting di garasi bawah gedung Sekretariat DPRD NTB yang kini difungsikan sebagai ruang kerja sementara.
Ketua DPRD NTBHj. Baiq Isvie Rupaedamenegaskan garasi tersebut telah disulap menjadi ruang rapat bagi lima komisi dan seluruh alat kelengkapan dewan. “Untuk rapat-rapat komisi dan badan-badan DPRDkita manfaatkan garasi yang ada di bawah gedung Sekwan. Sudah dicekkondisinya layak dan cukup representatif untuk digunakan sementara,” ujarnyaSenin(8/9)
Langkah ini dilakukan untuk memastikan aktivitas kedewanan tetap berjalan normal meski gedung utama DPRD NTB di Jalan UdayanaKota Matarammengalami kerusakan berat akibat aksi demonstrasi anarkis mahasiswa. Saat iniproses pembersihan puing-puing gedung masih terus berlangsung.
Beberapa pansus dan komisi bahkan sempat menggelar rapat di musholla DPRD NTB. Namunkini fokus kegiatan diarahkan ke garasi bawah gedung Sekwan sebagai titik utama kegiatan legislatif.
“Meski dalam keprihatinantidak ada alasan untuk berhenti. Aktivitas kedewanan harus terus berjalan,” tegas politisi Partai Golkar itu. Ia juga menambahkansidang-sidang paripurna nantinya akan mempertimbangkan penggunaan ruang Rinjani di kompleks Kantor Gubernur NTB yang dinilai lebih representatif untuk skala besar.
Isvie juga menegaskan komitmen DPRD untuk tetap membuka ruang dialog dengan masyarakat. “Kami siap menerima aspirasi mahasiswa dan kelompok manapunasalkan disampaikan secara baik dan beretika,” ujarnya.
Pemanfaatan garasi sebagai ruang rapat ini menjadi simbol bahwa semangat kerja DPRD NTB tidak luntur meskipun fisik gedung terbakar. “Kami tetap bekerja untuk rakyatdi manapun tempatnya,” pungkas Isvie. (F3)
Ket. Foto:
Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda meninjau kondisi Gedung DPRD NTB. (Ist)

