Bupati LAZ Semprot Investor Marina Bay, Dianggap Tidak Serius

Lombok Barat – Bupati Lombok BaratH. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) secara tegas menyemprot Investor Marina Bay karena terlalu banyak janji daripada bukti. Hal tersebut terjadi saat rapat atau ekspose bersama Investor Marina Bay di ruang kerja Bupati Lombok BaratJumat19 Juli 2025. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati LAZAsisten II Setda LobarKepala OPDCamat SekotongKepala Desa Buwun Mas dan Investor Marina Bay..

Dalam kesempatan tersebut Bupati LAZ mengatakanpihaknya sangat terbuka dengan investasi dari semua pihak. Hal ini sebagai upaya untuk memajukan pariwisata Lombok Barat. Karenanya ia menghadirkan Asisten IIpara kepala dinasKepala BPNCamat Sekotong dan Kepala Desa Buwun Emas saat ekspos. Namun ia kecewa karena pihak investor yang sudah promosi mendirikan kawasan wisata dengan luas kurang lebih 150 hektar namun ternyata mengurus izin oss perizinan dengan luas hanya 1,7 hektar. 

“Hal ini kan tidak jelasInformasi yang disampaikan di ekspos akan membangun kawasan ratusan hektar tapi ternyata izin yang diurus hanya 1,7 hektar. Ini kan tidak jelas dan hanya memberikan angin surga dan janji janji saja,” ujarnya.

Bupati LAZ tegas mengatakan bahwa ia tidak suka apabila investor hanya Janji dan tidak melakukan pembangunan dengan serius. Hal tersebut akan merugikan daerah karena tidak ada PAD yang dihasilkan. Menurutnya apabila investor Marina bay serius ia meminta Marina bay membuktikannya dengan segera mengurus izin lahan yang sudah dikuasai seluas 10 hektar dan segera membayar BPHTB ke daerah untuk balik nama lahan tersebut. Hal itu sebagai bukti kesungguhan dan agar memiliki manfaat bagi peningkatan pendapatan daerah melalui BPHTP. 

“Silahkan buktikan komitmen dengan mengurus izin tanah yang dikuasi dan segera urus BPHTB nya agar ada pemasukan bagi daerah. Ini kan sangat tidak jelas dan saya khawatir akan sama dengan investor akan dan akan tapi tidak ada aksi nyata,” ujarnya.

Lebih lanjut Bupati LAZ mengatakan Lombok Barat sangat terbuka dan serius terhadap investor. Hal tersebut diperlihatkan dengan dihadirkannya semua tim perizinan secara lengkap termasuk dari pihak BPN. Hal ini agar ada kejelasan atas iklim investasi. Ia mengatakan apabila investasinya jelas dan dapat dilaksanakan ia bahkan mengatakan izin akan keluar dalam waktu 3 hingga 4 hari tentu dengan tetap mengacu pada aturan perundang undangan. 

Sementara itu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Hery Ramadhan mengatakaninvestor ini mengurus izin seluas 1,7 hektar. Hal ini sangat jauh dengan publikasi dan promosi yang dikeluarkan yaitu akan membangun di lahan seluas 150 hektar. Bahkan ia melihat pihak investor sudah melakukan promosi penjualan melalui situs atau web. Hal ini tentu sangat tidak tepat karena hanya mengurus izin 1,7 hektar tetap yang dipasarkan lebih dari itu. Ia juga mengatakan adanya pembelian lahan dan pengurusan balik nama akan memberikan manfaat bagi daerah melalui BPHTB. Ia meminta kalau investor serius silahkan mengurus izin segera dengan luas yang sesuai.

“Janggal juga melihat kondisi ini. Promisinya ratusan hektar tapi izin Oss yang diurus hanya 1,7 hektar. Ini kan sangat tidak jelas dan kami harapkan dapat segera mengurus izin ulang sesuai luasan,” ujarnya. 

Perwakilan investor Marina bayJaques Marbun,  menegaskan pihaknya serius dalam berinvestasi. Ia mengatakan total lahan yang diperlukan untuk kawasan Marina bay ini kurang lebih 150 Hektar. Semuanya sudah berproses secara bertahap sesuai dengan kajian konsultan. Untuk fase pihaknya telah memasarkan villa seluas 1,7. Selain itu pihaknya juga telah membeli lahan seluas 10 hektar milik warga. Hal ini telah berproses dengan skema pembayaran yang disepakati. 

“Kawasan ini membutuhkan lahan seluas 150 hektar. Kami menyelesaikannya secara bertahap berdasarkan skema yang disepakati. Kami berharap dukungan dari pemerintah daerah untuk mewujudkan kawasan ini. Untuk fase pertama villa yang kita sudah pasarkan seluas 1,7 hektar,” ujarnya.

Dunia Properti dan pariwisata Indonesia dihebohkan dengan promosi Marina Bay yang akan membangun properti Kelas Dunia di Kawasan Selatan Lombok Tepatnya Sekotong. Investor di kawasan yang berada di pesisir pantai selatan Lombok Barat ini diperkirakan akan berinvestasi sebesar kurang lebih 90 Triliun. Hal tentu menjadi harapan namun serah dilakukan ekspos oleh investor ternyata tidak seperti yang dipromosikan dan disampaikan. (F2)

Ket. Foto: Bupati LAZ saat memimpin rapat dengan para investor. (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Gubernur NTB Tegaskan Serikat Buruh Adalah Mitra Utama dalam Merumuskan Kesejahteraan Pekerja

Mataram - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi momentum penting bagi penguatan sinergi antara pemerintah...

Kaesang Lantik Pengurus PSI NTB, Fokus Perkuat Struktur hingga Desa 

Mataram - Ketua Umum Partai Solidaritas IndonesiaKaesang Pangarep secara resmi melantik jajaran pengurus DPW PSI NTB dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI se NTBSabtu(2/5/26)...

Pegang Teguh Prinsip Pembiayaan Sehat, Bank NTB Syariah Alihkan Portofolio Pembiayaan ASN Pusat ke BSI

Mataram – PT Bank NTB Syariah menunjukkan komitmennya dalam menjalankan tata kelola perbankan yang sehat dan prudent melalui pengalihan (take over) portofolio pembiayaan ASN...

Bupati LAZ Kukuhkan Pengurus GOW:  Perempuan Memiliki Peran Strategis dalam Kerja Nyata Lombok Barat

Lombok Barat - Pengukuhan Kepengurusan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Masa Bakti 2025–2030 dilakukan oleh Bupati Lombok Barat di Aula Kantor Bupati Lombok Barat Selasa 5...

Gubernur NTB Sidak Pasar Mandalika, Pastikan Stabilitas Harga dan Ketersediaan Bapok Jelang Ramadhan 

Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Mandalika BertaisKota MataramSelasa (10/2/2026). Sidak tersebut dilakukan untuk...