Mataram – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta jajaran calon Direksi dan Komisaris baru Bank NTB Syariah yang telah dinyatakan lolos uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)agar tidak sekadar berganti nama. Mereka diharapkan mampu membawa perubahan nyata dan meningkatkan kinerja bank milik daerah itu ke arah yang lebih profesional dan kompetitif.
Ketua Komisi III DPRD NTBSambirang Ahmadimenegaskan bahwa pembenahan dan penguatan kinerja pengurus baru merupakan keharusan. TerlebihDirektur Utama Bank NTB Syariah yang baru berasal dari lingkungan Bank Rakyat Indonesia (BRI)yang dikenal memiliki standar tata kelola perusahaan yang tinggi.
“Kami berharapdengan latar belakang profesional dari BRIDireksi baru ini bisa membawa Bank NTB Syariah lebih kompetitif dibandingkan bank konvensional,” ujar Sambirang (3/11/25) di Mataram.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga menyoroti pentingnya pembenahan di bidang teknologi dan keamanan sistem digital. Ia mengingatkankasus insiden siber yang pernah terjadi beberapa waktu lalu sempat menimbulkan kepanikan di kalangan nasabah.
“Direktur utama yang baru wajib memperkuat sistem keamanan dan menghadirkan teknologi yang lebih modern agar kejadian seperti dulu tidak terulang. Ini catatan penting yang harus dijawab dengan tindakan nyata,” tegasnya.
Lebih lanjutSambirang meminta Gubernur NTBLalu Muhamad Iqbalsegera menetapkan kepengurusan baru Bank NTB Syariah hasil fit and proper test OJK melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
“Pak Gubernur tidak boleh berlama-lama. Nama-nama yang sudah lolos harus segera disahkan sesuai mekanisme yang berlaku,” katanya.
Sementara ituKepala OJK Provinsi NTBRudi Sulistyomengungkapkan bahwa dari seluruh peserta seleksisebanyak 10 orang dinyatakan lolossementara tiga calon lainnya tidak memenuhi standar kelayakan yang ditetapkan. Ketiganya merupakan calon untuk posisi direksi.
“Tiga calon direksi dinyatakan tidak lolos. Sementara 10 lainnya dinyatakan memenuhi syarat dan layak menjabat,” ujar Rudi yang dihubungi media sebelumnya.
Ia menjelaskanhasil tersebut telah diserahkan kepada pihak Bank NTB Syariah untuk ditindaklanjuti dalam RUPS. Proses ini menjadi tahapan penting sebelum para calon pengurus resmi diangkat dan mulai menjalankan tugasnya.
“Nama-nama yang lolos sudah kami serahkan untuk diproses pengangkatannya melalui RUPS. Sedangkan bagi yang sudah lebih dulu diangkatseperti Pak Nazaruddinhasil kelulusan OJK otomatis membuatnya langsung aktif menjabat,” tambahnya.
Adapun nama-nama yang dinyatakan lolos fit and proper test oleh OJK untuk posisi Direksi Bank NTB Syariah yakni Nazaruddin (Direktur Utama)Adhi SusantioAgus SuhendroAjar Susanto BrotoFerry Ardiansyah
Sementara untuk posisi Komisarisyang dinyatakan lolos adalah Putu RahwidhiyasaAnis Mudjahid AkbarAchmad FauziM. Taufiq Gozi,Agus Priyanto.
Dengan formasi baru iniDPRD NTB berharap Bank NTB Syariah mampu memperkuat daya saingnyameningkatkan kepercayaan publikserta benar-benar menjadi bank kebanggaan daerah yang berkontribusi besar terhadap pembangunan ekonomi NTB. (F3)
Ket. Foto:
Ketua Komisi III DPRD NTBSambirang Ahmadi. (Ist)

