PLN Hadirkan Kemudahan SPKLU, Pengguna Kendaraan Listrik Sambut Tahun Baru 2026 dengan Perjalanan Aman dan Nyaman

Mataram — PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional. Pada momen libur dan perayaan Tahun Baru 2026, pengguna kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Nusa Tenggara Barat merasakan langsung kemudahan akses Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di berbagai titik strategis.

Saat ini, PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) mengoperasikan 37 SPKLU aktif yang tersebar di jalur-jalur utama di seluruh wilayah NTB. Keberadaan SPKLU ini memberikan rasa aman bagi pengguna kendaraan listrik yang melakukan perjalanan jarak jauh, khususnya di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur Tahun Baru.

Dari sisi kapasitas, 37 SPKLU tersebut didukung oleh berbagai jenis unit charger, yakni 9 unit fast charging berdaya 25 kW, 21 unit medium charging berdaya 22 kW, serta 2 unit slow charging berdaya 7 kW. Variasi jenis charger ini disiapkan untuk memberikan fleksibilitas bagi pengguna EV sesuai dengan kebutuhan dan durasi pengisian daya.

Sepanjang perayaan Tahun Baru 2026, SPKLU PLN di NTB mencatat tingkat pemanfaatan yang stabil dan cenderung meningkat. Kondisi ini menunjukkan semakin tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap kesiapan infrastruktur kendaraan listrik yang andal, mudah diakses, dan tersebar di lokasi-lokasi strategis.

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menyampaikan bahwa kesiapan SPKLU merupakan bagian dari komitmen PLN dalam memberikan layanan terbaik sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih.

“PLN memastikan seluruh SPKLU di NTB siap melayani masyarakat selama libur Tahun Baru. Kami ingin pengguna kendaraan listrik dapat menikmati perjalanan dengan nyaman, aman, dan tanpa kekhawatiran terkait pengisian daya,” ujar Sri Heny.

Kemudahan akses SPKLU juga dirasakan langsung oleh pengguna kendaraan listrik. Agustin, salah satu pengguna EV di NTB, mengaku antusias dengan kehadiran SPKLU PLN. “Kami sangat terbantu dengan adanya charger EV untuk umum. Lokasinya strategis dan mudah dijangkau. Harapannya ke depan bisa diperbanyak lagi, terutama di lokasi-lokasi yang ramai,” ujarnya.

Selain pengembangan infrastruktur fisik, PLN juga menghadirkan kemudahan layanan melalui aplikasi PLN Mobile. Melalui aplikasi tersebut, pengguna EV dapat menemukan lokasi SPKLU terdekat, mengetahui jenis charger yang tersedia, serta melakukan transaksi pengisian daya secara digital dan praktis.

Ke depan, PLN UIW NTB menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jaringan SPKLU secara bertahap seiring meningkatnya pengguna kendaraan listrik. Dengan dukungan infrastruktur yang andal dan layanan yang semakin mudah, PLN optimistis kendaraan listrik akan semakin diminati masyarakat dan menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan transisi energi di Indonesia. (F*)

Ket. Foto:

Salah satu Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN  yang tersebar di Kota Mataram. (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Ketua Komisi Penelitian Dewan Pers Kunjungi Sekretariat SMSI

Jakarta - Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, Ratifikasi, dan Verifikasi Dewan Pers, Yogi Hadi Ismanto, melakukan kunjungan ke Sekretariat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang...

Pengisian Jabatan di Lombok Barat Diduga Bermuatan Politik Praktis

Lombok Barat – Sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda pertanyakan integritas Pj. Bupati Kabupaten Lombok Barat terkait dengan pengusulan sejumlah nama Hasil Seleksi Terbuka Jabatan...

Pembukaan MTQ ke-XXXI Kecamatan Lingsar, Bupati LAZ: MTQ Sarana Pembinaan Generasi Qur’ani Bermental Juara

Lombok Barat – Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI Tingkat Kecamatan Lingsar di Halaman...

DPRD NTB Tolak Proses Pergantian AKD di Tengah Kisruh PPP

Mataram - Ketua DPRD Provinsi NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda menegaskan DPRD NTB tidak akan menindaklanjuti polemik dua surat yang saling bertentangan dari...

Dua Calon Haji NTB Meninggal Dunia Sebelum Berangkat, Nomor Kursi Bisa Dialihkan ke Ahli Waris

Mataram - Dua calon jamaah haji (JCH) asal Provinsi NTB dipastikan tidak dapat menunaikan ibadah haji karena meninggal dunia sebelum jadwal keberangkatan.Kedua jamaah yang...