Mataram – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan dukungan penuh terhadap gagasan Program Desa Berdaya yang tengah disiapkan Pemerintah Provinsi NTB. Program ini dinilai menjadi langkah strategis untuk mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus memperkuat ekonomi desa.
Ketua Komisi III DPRD NTBSambirang Ahmadimenilai konsep pemetaan desa ke dalam dua kategoriDesa Transformatif dan Desa Tematikmerupakan pendekatan yang relevan dengan kondisi daerah. Menurutnyapembagian ini memungkinkan penanganan yang lebih tepat sasaran dan terukur.
Sambirang menjelaskan bahwa Desa Transformatif difokuskan bagi desa-desa yang masih masuk kategori miskin ekstrem.
“Ada 106 desa miskin ekstrem di NTBdan itu masuk sebagai sasaran program Desa Transformatif,” ujarnyaKamis (11/12/2025).
Meski demikiania mengungkapkan bahwa keterbatasan fiskal membuat pemerintah provinsi baru mampu melakukan penanganan awal pada 40 desa pada tahun 2026. Sementara itudesa lain yang tidak termasuk kategori miskin ekstrem akan diperkuat melalui pendekatan Desa Tematikyaitu program yang disesuaikan dengan kebutuhankomoditas unggulanserta kearifan lokal setempat.
“Ada yang diperkuat sektor ketahanan pangannyaada yang pariwisatanyatermasuk desa pesisir yang bisa didorong pengembangan ekonomi biru,” terangnya.
Sambirang menegaskankeberhasilan program ini sangat bergantung pada komitmen dan sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Ia menyebut provinsi sebagai “orkestrator” yang memerlukan dukungan penuh dari 10 kabupaten/kota agar target pembangunan dapat tercapai.
Menurutnyacapaian provinsi merupakan agregasi dari capaian seluruh daerahsehingga koordinasi lintas instansi menjadi hal penting. Ia juga mengingatkan agar setiap pihak menghindari pola silo governancepola kerja yang berjalan sendiri-sendiri tanpa integrasi program.
“Kalau program provinsi tidak inline dengan kabupaten/kotatidak matching, tidak saling memperkuatya nonsens target bisa tercapai,” tegasnya. Karena ituia mendorong pola koordinasi yang tepat agar penanganan di desa-desa miskin ekstrem dapat berlangsung secara terarah dan berkelanjutan.
Menjelang Hari Jadi NTB ke-67 pada 17 DesemberSambirang turut menyampaikan harapannya bagi kemajuan daerah. “Semoga NTB semakin maju sesuai tagline-nya: Makmur Mendunia. Makmur identik dengan kesejahteraan yang terus meningkatsementara Mendunia berarti brand NTB makin dikenal sehingga orang luar tertarik datang dan tinggal lebih lama,” ujarnya. (F3)
Ket. Foto: Ketua Komisi III DPRD NTBSambirang Ahmadi. (/fit)

