Merasa Tertipu Travel Umrah, Korban Laporan Polisi Tuntut Pengembalian Uang

Lombok Barat – Harapan suci yang dibangun dengan keringat dan doa berubah menjadi mimpi buruk bagi BP, salah satu korban dugaan penipuan oleh biro perjalanan Haji dan Umroh Casanova. Uang senilai Rp32 juta hasil menabung selama sembilan bulan untuk memberangkatkan ibunya ke Tanah Suci justru lenyap tanpa kejelasan.

BP mengungkapkan kekecewaannya dalam konferensi pers pada Minggu (21/9), menyebut pihak travel terus mengulur jadwal keberangkatan jamaah tanpa realisasi. “Awalnya dijadwalkan 27 Juli, lalu mundur ke 6 Agustus, kemudian 9 Agustus. Tapi semuanya hanya janji manis,” ujarnya.

Puncak kekecewaan terjadi pada malam sebelum jadwal keberangkatan terakhir. Saat seluruh jamaah telah bersiap dengan koper dan perlengkapan, pihak travel tiba-tiba membatalkan dengan alasan sepele: masalah nama belakang di paspor. “Padahal jelas ada nama ‘binti’ orang tua ibu saya”. Itu hanya alasan mengada-ada,” kata BP geram.

Tak hanya menanggung kerugian materi, BP dan ibunya juga harus menghadapi tekanan sosial. “Ibu saya sampai enggan keluar rumah. Ada tetangga yang bilang, ‘itu mah uang dapur dipakai umrah.’ Rasanya hancur hati saya sebagai anak,” ungkapnya haru.

Menurut BP, dirinya bukan satu-satunya korban. Puluhan jamaah lain mengalami nasib serupa, dengan kerugian hingga puluhan juta rupiah per orang. Bahkan ada yang sudah menyetor Rp72 juta untuk biaya umrah kedua orangtua mereka. “Kami dijanjikan pengembalian uang jika tak berangkat dalam tiga hari. Tapi sudah berminggu-minggu, tak ada kabar. Mobil yang katanya jadi jaminan pun ternyata masih kredit baru dua bulan,” bebernya.

Korban lain seperti EL, BT, dan RR juga menyampaikan hal senada. Mereka kecewa karena orangtua yang seharusnya berangkat dalam satu rombongan malah gagal berangkat sama sekali.

Sejumlah korban telah melaporkan kasus ini ke Polsek Ampenan dan Polres Mataram. BP sendiri akhirnya memberangkatkan ibunya lewat biro umrah lain. Namun, ia menuntut pengembalian uang dan keadilan atas kerugian yang dialaminya.

“Kami sudah habis-habisan. Ada yang jual mobil, ada yang gadai emas. Jangan sampai pelaku dibiarkan bebas,” tegas BP.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, pihak Travel Umrah & Haji Plus Casanova hanya memberikan jawaban singkat: “Jamaah akan diberangkatkan dalam waktu dekat.”

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tindak lanjut konkret dari pihak travel. Sementara para korban terus berharap aparat penegak hukum bertindak cepat agar tidak ada lagi calon jamaah yang menjadi korban janji palsu. (F3)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Gubernur Iqbal Luncurkan Lima Puluh Koperasi Desa Percontohan dan Modal Awal Rp50 Juta

Mataram  - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan kembali komitmennya untuk menjadikan koperasi sebagai kekuatan utama ekonomi kerakyatan Indonesia. Dalam arahannya, ia menguraikan bahwa...

BAZNAS NTB dan Bank NTB Syariah Resmikan Rumah Layak Huni di Sekotong, Lombok Barat

Lombok Barat - Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat (BAZNAS NTB) bekerja sama dengan Bank NTB Syariah, sukses meresmikan Rumah Layak Huni...

Bupati Lombok Barat LAZ Wacanakan Bangun Alun-Alun Kota Gerung

Lombok Barat - Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), mengumumkan rencana pembangunan Alun-Alun Kota Gerung sebagai bagian dari program prioritas penataan ibu...

Mahasiswa Desain Produk Universitas Paramadina Raih Prestasi di Modestwear Young Designer 2025

Jakarta, 21 Februari 2025 – Anandya Yushara, mahasiswa semester 4 Program Studi Desain Produk Universitas Paramadina, berhasil masuk 30 besar Modestwear Young Designer Competition...

Ketua DPRD NTB Desak Gubernur Panggil Pansel Bank NTB Syariah, Minta Proses Seleksi Direksi Dibuka ke Publik

Mataram  -  Polemik seputar rekomendasi tujuh nama calon direksi Bank NTB Syariah menuai reaksi dari Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda. Politisi Partai Golkar...