Komisi III DPRD NTB Harap Direksi Baru GNE Mampu Urai Masalah Lama dan Genjot Deviden

Mataram – Sebanyak 12 nama calon pengurus PT. Gerbang NTB Emas (GNE) resmi diserahkan tim panitia seleksi (pansel) kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB). Proses ini menjadi momentum penting bagi pembenahan badan usaha milik daerah tersebut yang selama ini dinilai belum optimal berkontribusi terhadap pendapatan daerah.

Ketua Komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi, menegaskan harapan besar legislatif agar jajaran direksi yang terpilih nantinya benar-benar memiliki kapasitas, pengalaman, dan semangat kuat dalam mengelola perusahaan.

ā€œKami berharap mereka yang terpilih punya passion dan basic pengalaman yang mumpuni untuk memaksimalkan GNE sebagai instrumen pembangunan daerah,ā€ ujar politisi PKS tersebut  kepada wartawan, Senin (23/2) di Kantor DPRD NTB.

Menurutnya, kehadiran kepengurusan baru diharapkan mampu mengurai berbagai persoalan yang selama ini membelit perusahaan. Ia mengakui, GNE sempat menghadapi sejumlah kendala, termasuk persoalan tata kelola dan kewajiban keuangan.

ā€œSelama ini GNE ada masalah. Mudah-mudahan dengan kepengurusan baru, benang kusut yang melilit bisa terurai,ā€ harapnya.

Terkait arah lini bisnis ke depan, Sambirang menyebut hal itu akan sangat bergantung pada arahan Gubernur NTB. Ia mengungkapkan, sebelumnya Gubernur mengarahkan agar GNE fokus pada sektor material konstruksi sebagai core business yang dikuasai.

ā€œSoal bisnis nanti kita lihat. Jika arahan gubernur diminta fokus pada satu bisnis yang dikuasai, tentu itu yang harus dimaksimalkan,ā€ jelasnya.

Sambirang juga meluruskan isu yang menyebut deviden GNE bernilai nol rupiah. Ia menegaskan, deviden sebenarnya tidak dapat diserahkan karena perusahaan belum dapat menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) akibat rekening yang terblokir.

ā€œBukan nol. Deviden tidak bisa diserahkan karena tidak bisa RUPS. Terblokir karena belum bayar pajak. Itu utang lama yang turun-temurun,ā€ ungkapnya.

Untuk menyehatkan kondisi keuangan perusahaan, Gubernur NTB telah menyuntikkan dana sebesar Rp8 miliar. Langkah ini dilakukan agar GNE dapat memenuhi kewajiban dan segera menggelar RUPS.

Sebagai perseroan daerah (Perseroda) dengan kepemilikan saham 100 persen oleh Pemerintah Provinsi NTB, GNE diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah. Sambirang menyebut, dalam kondisi operasional normal, perusahaan ini bahkan berpotensi menghasilkan sekitar Rp300 juta per bulan.

Dengan restrukturisasi manajemen dan penguatan bisnis yang lebih fokus, DPRD NTB berharap GNE tidak lagi tersandera persoalan lama, melainkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan asli daerah.

ā€œKe depan, deviden harus tetap bisa diserahkan. Itu yang menjadi harapan kami,ā€ pungkasnya. (F3)

Ket. Foto:

Ketua Komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi saat diwawancara usai Rapat Dengar Pendapat di Kantor DPRD NTB. (/fit)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I 2026, Kapolresta Mataram Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan

Mataram – Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko, SIK., MH., memimpin langsung kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 yang berlangsung di...

Gubernur NTB Siap Dukung Sinergi Green Energy Mandalika EV Experience Chapter III Tahun 2025

Mataram - Gubernur NTB, Dr. H. Muhamad Iqbal menerima audiensi dari GM PLN NTB, Bank Mandiri, dan Injourney Mandalika terkait Sinergi Green Energy Mandalika...

PLN UIW NTB Perkuat Kepedulian Lingkungan Lewat Konservasi Penyu Mawil di Talonang Baru

Sumbawa Barat - Semangat Idulfitri menjadi momentum untuk memperkuat nilai kepedulian dan kebersamaan, termasuk dalam menjaga kelestarian lingkungan. PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah...

Jadi Tuan Rumah, ASN Lobar Diminta Sukseskan FORNAS VIII

Lombok Barat - Kabupaten Lombok Barat akan menjadi tuan rumah Festival Olahraga Nasional (Fornas) yang akan diselenggarakan mulai tanggal 26 Juli hingga 1 Agustus...

Viral! Bupati Lombok Timur Usir Wisatawan di Pantai Ekas, DPR RI Muazzim Akbar: Seharusnya Saling Menopang Pariwisata NTB

Mataram - Sebuah video memperlihatkan Bupati Lombok Timur mengusir perahu wisata yang membawa tamu surfing di kawasan Pantai Ekas, viral dan menuai sorotan publik....