Lombok Timur – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publikkhususnya pada sektor transportasi penyeberangan dan layanan kesehatan. Dalam kegiatan yang diinisiasi Dinas Perhubungan (Dishub) NTB bersama ekosistem penyeberanganGubernur NTBDr. Lalu Muhamad Iqbalmenegaskan pentingnya membangun standar pelayanan yang lebih baik di seluruh pelabuhan di NTB.
Kegiatan ini juga melibatkan berbagai instansi seperti Karantina KesehatanJasa RaharjaASDP serta sejumlah operator pelayaran. Menurut Gubernur Iqbalkolaborasi lintas lembaga menjadi kunci untuk membangun layanan penyeberangan yang lebih sehatnyaman dan ramah bagi pengguna jasa.
“Pelabuhan itu harus memberikan kesan yang baik. Kalau pelabuhannya hijaubersih dan nyamanmaka perjalanan pun bisa terasa seperti sedang jalan-jalanbukan beban,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebutGubernur Iqbal menekankan pula proyek strategis Bypass Port to Port (P2P) sebagai prioritas percepatan pembangunan infrastruktur konektivitas NTB.
Dirinya menjelaskan studi kelayakan P2P selesai akhir tahun ini yang diperkirakan terbit dalam dua minggu ke depan. Tahun depan fokus pada DEDAmdal dan pembebasan lahan. Konstruksi ditargetkan mulai awal tahun 2027 dengan skema pembiayaan yang efisien dan terus dikonsultasikan dengan kementerian dan ditargetkan rampung paling lambat tahun 2028.
Dengan dibangunnya jalur baru tersebutwaktu tempuh Lembar-Kayangan yang saat ini mencapai 6 jam dapat dipangkas menjadi 1 jam 45 menit hingga 2 jam saja. Efek dominonya besar mulai dari pengguna jasa penyeberangan meningkatmobilitas logistik lebih efisien dan wisatawan makin mudah melakukan perjalanan dari Bali menuju Lombok dan Sumbawa.
“Karena akses makin baikmaka masyarakat Pototano harus mulai berbenah dari sekarang untuk menyambut lonjakan penumpang di tahun 2027,” tegas Gubernur Iqbal.
Gubernur Iqbal memberikan apresiasi kepada ekosistem penyeberangan Kayangan-Pototano yang telah berkomitmen membantu masyarakat melalui penyeberangan gratis atau keringanan biaya bagi ambulansbaik yang membawa pasien rujukan maupun jenazah.
Ditegaskannya kebijakan ini penting karena banyak warga Bima dan Sumbawa harus dirujuk ke Mataram. Mobilitas ambulans dan jenazah membawa beban biaya besar bagi keluarga. Gubernur Iqbal menceritakan kembali pengalaman saat kampanyeketika seorang pemuda Bima bertanya tentang cara mengurangi biaya pemulangan jenazah dari Mataram.
“Saya jawab pertanyaannya salahyang harus kita upayakan adalah membuat warga Bima tidak perlu lagi pergi ke Mataram untuk berobat”tuturnya diplomatis.
Sebagai solusi jangka panjangPemprov NTB mendorong peningkatan fasilitas kesehatan di daerah seperti RS Kota Bima naik dari tipe D ke tipe Csedang dikerjakan menggunakan APBN yang ditargetkan tahun depan mampu menangani tiga penyakit rujukan terbesar yaitu StrokeCuci Darah dan Jantung.
Kemudian RS Manambai Sumbawa Barat dinaikkan dari tipe C menjadi tipe B yang diresmikan pada 17 Desember bertepatan HUT ke-67 Provinsi NTBagar mampu menangani perawatan StrokeJantungPemasangan Ring dan Cuci Darah. Dengan peningkatan fasilitas tersebutmasyarakat Bima dan Sumbawa tidak lagi harus selalu dirujuk ke Mataram.
Disoroti pula dengan banyaknya keluhan masyarakat terkait kebersihan dan kenyamanan pelabuhan yang belum asrikondisi kapal yang berbeda-bedadari yang terawat hingga yang tidak terawat.
Gubernur Iqbal meminta Dishub NTBmenyusun standar layanan dan standar infrastruktur pelabuhan di seluruh NTB dan membuat rating kondisi kapal di setiap pelabuhan untuk memotivasi operator meningkatkan perawatan.
“Masalah kapal itu bukan muda atau tuatapi perawatannya. Asal dirawat baikkapal pasti layak pakai”pesannya.
Gubernur Iqbal menegaskan NTB harus menyiapkan sistem transportasi publik sejak dini agar pertumbuhan pariwisata tidak menciptakan kemacetan seperti Bali.
Bali tahun ini menerima 6 juta wisatawan dan sudah padatIstanbul 46 juta wisatawan per tahunWina 40 jutanamun tetap lancar karena transportasi publiknya unggul.
“Kalau NTB ingin meningkatkan jumlah turistransportasi publik harus dibangun mulai sekarang,” tandasnya.
Menutup sambutannyaGubernur Iqbal menyampaikan usia 67 tahun Provinsi NTBpelayanan publik harus semakin baikpelabuhan dan kapal semakin nyaman dan amansistem transportasi semakin modern dan terintegrasi serta ekosistem penyeberangan semakin solid melayani masyarakat. (F3)
Ket. Foto:
Gubernur NTBDr. Lalu Muhamad Iqbal. (Ist)
Sumber: Kominfotik NTB.

