Rapat Penertiban Cafe Ilegal, Pemda Minta Semua Taat dan Patuh pada Aturan yang Berlaku

Lombok Barat –  Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar rapat Koordinasi terkait upaya penertiban berbagai aktivitas ilegal terutama cafe-cafe ilegal  di wilayah Kabupaten Lombok Barat. Rapat ini berlangsung di Ruang Rapat JayengranaKantor Bupati Lombok BaratSenin23 Juni 2025.

Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Lombok BaratH. Lalu Ahmad Zainidan dihadiri oleh Wakil Bupati Hj. Nurul AdhaAsisten II Bidang Perekonomianpara kepala OPDcamatserta kepala desa terkait.

Dalam arahannyaBupati menyampaikan bahwa rapat ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang telah dibahas oleh Wakil Bupati. Fokus utama pembahasan adalah penertiban berbagai aktivitas ilegalkhususnya cafe-cafe ilegal yang beroperasi tanpa izin resmi. Bupati LAZ mengatakan semua aktivitas ilegal perlu ditertibkan sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku. Hal ini untuk menjaga ketertiban dan keamanan di masyarakat serta taat pada aturan. “Tentu upaya penertiban aktivitas ilegal serta bangunan dan usaha tidak berizin harus terus dilakukan agar semua tertib. Tentu ini harus didasarkan pada aturan yang berlaku. Selain itu kita ingin mencari solusi terbaik berdasarkan pengalaman lapangan tanpa merugikan pihak mana pun. Misalnyabagaimana pengawasan terhadap cafe yang sudah berizindan apa saja yang diperbolehkan di dalamnya,” jelas Bupati.

Plt. Kasat Pol-PP Lombok BaratMahnanmengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah tindakan penertiban sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Namunrealita di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak cafe ilegal yang beroperasibahkan mempekerjakan perempuan di bawah umur serta menjual minuman beralkohol secara ilegal. “Dari hasil penertibankami menemukan indikasi kuat keterlibatan cafe ilegal dalam sejumlah pelanggaran seperti yang diduga dapat menyebabkan penyebaran HIV/AIDShingga tindak kriminal seperti begal dan penjambretan,” ujarnya.

Dalam sesi diskusisejumlah kepala desa menyampaikan keluhan dan pengalaman mereka terkait keberadaan cafe-cafe ilegal di wilayah masing-masing yang meresahkan masyarakat. Meskipun pernah dilakukan penggerebekanbanyak tempat usaha tersebut kembali beroperasi dengan alasan ekonomi.

“Kami khawatir karena keberadaan cafe ilegal ini meresahkan warga. Kami sudah pernah melakukan penertibantapi beberapa waktu kemudian dibuka lagi dengan alasan butuh penghasilan,” ungkap salah satu kepala desa.

Mayoritas peserta rapat sepakat bahwa penertiban harus dilakukan secara tegasbahkan jika perlu dilakukan penutupan permanen. Mereka menilai bahwa keberadaan cafe ilegal lebih banyak membawa dampak negatif dibandingkan manfaatnyadan hanya menguntungkan segelintir pihak.

“Kami ingin cafe-cafe semacam ini dipusatkan di kawasan wisata saja sesuai dengan regulasi. Jangan sampai tersebar di desa-desa karena sangat meresahkan masyarakat,” tegas seorang kepala desa lainnya. (F/Kom)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

PDIP Kota Mataram Bagikan Paket Sembako dan Takjil, Wujudkan Toleransi Antarumat Beragama

Mataram - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Mataram menggelar kegiatan sosial dengan membagikan ratusan paket sembako di panti asuhan...

NTB Perkuat Agenda Pembangunan Hijau, Dorong Rehabilitasi Lingkungan hingga Tata Kelola Sampah Berkelanjutan

Mataram  – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmennya dalam memperkuat agenda pembangunan hijau melalui berbagai program rehabilitasi lingkunganpenguatan tata kelola persampahanhingga...

Gold Medal Pengamanan Obvitnas Tegaskan Keunggulan PLN UIW NTB Menjaga Keandalan Sistem Kelistrikan Strategis

Mataram – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) kembali menorehkan capaian membanggakan melalui keberhasilan PLN Unit Pelaksana Pengatur...

Abdul Hadi Tekankan Pentingnya Penyelesaian Tugas Pemerintah yang Melibatkan Masyarakat

HariannusaJakarta (04/09) – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKSAbdul Hadimenegaskan pentingnya penyelesaian seluruh program pemerintah secara tuntas dan melibatkan partisipasi masyarakat. Hal itu...

Momentum Ramadan, PLN UIW NTB dan YBM PLN Hadirkan Clean Up dan Pengobatan Gratis bagi Santri Dhuafa

Lombok Tengah – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) mendukung pelaksanaan program Clean Up dan Pengobatan Gratis yang digelar...