Polda NTB Tangani Kasus Dugaan Penghinaan Gubernur NTB, Pelaku Reaktif Sabu dan Kejiwaannya Diperiksa

Mataram – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB tengah menangani laporan dugaan penghinaan terhadap Gubernur NTBLalu Muhamad Iqbalyang dilakukan melalui media sosial. Kasus ini dilaporkan oleh sejumlah elemen masyarakat NTB dan langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan intensif oleh aparat kepolisian.

Direktur Reskrimsus Polda NTBKombes Pol FX EndriadiS.I.K.menjelaskan bahwa penyidik telah memeriksa pelapormemintai pendapat dari sejumlah ahli pidanaITEdan bahasaserta memeriksa langsung pelaku. Dalam *pemeriksaanpelaku yang semula diinformasikan keluarganya memiliki gangguan mental,*  mengakui telah memposting konten bernada penghinaan melalui akun Facebook miliknya.

“Pelaku juga mengaku sebelum membuat unggahan tersebutia mengonsumsi sabu-sabu. Tes urine yang dilakukan penyidik menunjukkan hasil reaktif,” ujar Kombes Pol Endriadi saat dikonfirmasi di MataramMinggu(22/6/2025).

Dari pengakuan kepada penyidikpelaku  mendapatkan sabu dari seseorang berinisial RiO yang kini berstatus DPO Polda NTB. Selain faktor pengaruh narkobapolisi juga mendalami kemungkinan motif laintermasuk motif kecemburuan terhadap Gubernur NTB.

“Ada indikasi motif emosional. Pelaku mengaku cemburu melihat keakraban  Gubernur dengan Wakil Gubernur NTB di media sosial,” tambah Endriadi.

Sebagai bagian dari penyidikanpenyidik telah menyita barang bukti berupa tangkapan layar unggahan Facebook serta isi pesan Messenger yang dikirim pelaku. Telepon genggam yang digunakan sebagai sarana pengunggahan juga telah diamankan untuk keperluan digital forensik dan untuk menghindari ujaran kebencian lebih lanjut.

Guna memastikan keselamatan yang bersangkutan dan  kondisi kejiwaannyapenyidik membawa yang bersangkutan ke Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma di Mataram untuk menjalani observasi kejiwaan. Saat inipelaku tengah menjalani masa observasi selama 14 hari di bawah pengawasan ketat personel Ditsabhara Polda NTB.

“Selama observasipelaku dalam penjagaan personel kami. Setelah hasil visum psikiatrikum keluarkami akan melaksanakan gelar perkara untuk menentukan langkah hukum berikutnya,” tegas Kombes Pol Endriadi.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa media sosial bisa menjadi ruang yang rawan jika digunakan tanpa kendali. Polda NTB berharap masyarakat semakin bijak dalam berpendapat dan berinteraksi di ruang digitalserta tidak terjerumus dalam tindakan yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain. 

“Ruang digital harus menjadi ruang yang edukatif bagi masyarakat,” ujar Kombes Pol Endriadi menutup komentarnya mengenai kasus penghinaan ini. (F3)

Ket. Foto:

Kantor Ditreskrimsus Polda NTB. (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Stunting Bima Turun Diangka 12 Persen,  Pemprov NTB Perkuat Intervensi Terintegrasi

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mengakselerasi penurunan angka stunting melalui intervensi langsung ke desa-desa. Salah satunya dilakukan di Desa NggembeKabupaten BimaSelasa (3/3)dengan...

Pemerintah Ajak Semua Pihak di NTB Atasi Penyebaran Konten Negatif

Mataram - Kementerian Koordinator Bidang Politikdan Keamanan (Kemenkopolkam) mengajak masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk selektif dan lebih teliti dalam memverifikasi informasi...

Pelayanan Prima PLN UIW NTB, SPKLU Selong Permudah Pengguna Kendaraan Listrik Lewat PLN Mobile

Lombok Timur – PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) terus memperkuat kualitas pelayanan kepada pelanggan melalui transformasi layanan berbasis digital....

Berikut Panduan Cara Mengurus Sertipikat Tanah yang Hilang

Jakarta - Kehilangan sertipikat tanah bisa terjadi karena berbagai kondisiseperti tercecerperpindahan tempat tinggalbencanamaupun pencurian. Sertipikat tanah ini adalah dokumen yang menjadi bukti kepemilikan...

One Day One Smile, YBM PLN Hadirkan Senyum Bahagia bagi Kaum Dhuafa di Loteng dan Lotim

Lombok Timur – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) melalui PLN UP3 Selaparang bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN...