Mataram – Palang Merah Indonesia Provinsi NTB menggelar operasi tanggap kekeringan secara masif menyusul ancaman fenomena El Nino yang diprakirakan berlangsung lebih panjanglebih cepatdan memicu cuaca lebih panas.
Langkah antisipasi kolaboratif ini ditandai dengan peresmian (kick off) distribusi air bersih skala provinsi di Sekretariat PMI NTBKota MataramRabu (5/8).
Kendati seremoni peluncuran baru digelar secara resmi hari ini. Namunaksi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak kekeringan sebenarnya telah bergerak sejak sepekan terakhir.
Di manapasokan air bersih mengalir ke kantong-kantong pemukiman warga yang mulai krisis air bersih.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PMI NTB Ns. Lalu R. Doddy Setiawan menegaskanlangkah respons cepat ini mengacu pada peringatan dini Badan MeteorologiKlimatologidan Geofisika (BMKG) mengenai potensi cuaca ekstrem pasca-El Nino tahun 2026 yang dikhawatirkan memanjang hingga awal tahun 2027.
“Informasi dari BMKG menunjukkan El Nino tahun ini datang lebih cepatdurasinya lebih lamadan dampaknya memicu suhu lebih panas. Ini menjadi atensi khusus PMI Pusat bersama mitra internasional seperti Federasi Palang Merah Internasional (IFRC)American Red Crossserta Australian Red Cross,” tegasnya pada wartawan.
Menurut Doddyberdasarkan laporan data pemantauan berkala PMI NTB dan PMI Pusatsepanjang satu pekan awal operasisebanyak 106.500 liter air bersih telah disalurkan secara merata. Bantuan ini menjangkau 6.027 jiwa penerima manfaat yang tersebar di 20 titik lokasi pada 12 desa/kelurahan dan 9 kecamatan.
Penentuan wilayah prioritas distribusi didasarkan pada hasil asesmen menyeluruh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
“Saat inilima daerah target menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan. Kelima wilayah tersebut mencakup Kabupaten Lombok BaratLombok TimurLombok UtaraSumbawadan Kabupaten Bima,” ujarnya.
Doddy mengakuuntuk status daerah saat ini masih dalam tataran siaga darurat. Yaknibelum naik ke tanggap darurat. Hanya sajaintervensi air bersih harus segera masuk.
Hal iniagar masyarakat tidak mengalami krisis kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar..
“Untuk mekanisme penyaluran distribusi air bersih. Inimerupakan program rutin dan komitmen berkelanjutan PMI setiap musim kemaraubaik atas inisiatif mandiri maupun merespons permintaan langsung dari masyarakat,” katanya.
Doddy menyebutlantaran prediksi fenomena El Nino yang berpotensi memanjang hingga memasuki tahun 2027pihaknya menyiagakan skema penyaluran air secara berkala dan terstruktur. Yakniseluruh jajaran di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota bergerak dalam satu komando terpadu dari PMI Pusat.
“Kerja ini adalah kerja kemanusiaan yang bersifat kolektif. Kami berada di bawah satu komando PMI Pusat. Selama dampak kekeringan ini dirasakan dan memanjangpendistribusian air bersih akan terus digulirkan secara berkesinambungan sesuai peta kebutuhan riil masyarakat di lapangan,” tandasnya menjelaskan. (**).
Ket. Foto:
Foto bersama di sela peresmian (kick off) distribusi air bersih skala provinsi di Sekretariat PMI NTBKota Mataram. (Ist)

