Rakernas KAI 2026 Digelar di NTB, Bahas ‘Intelektual dan Sosial’ Advokat

Mataram – Lombok,  Nusa Tenggara Barat, dipercaya sebagai tuan rumah kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kongres Advokat Indonesia (KAI) angkat tema “Intelektual dan sosial”. Target seribu peserta dari kalangan pengacara dari berbagai daerah di Indonesia akan berkumpul di Hotel Lombok Raya Kota Mataram, pada tanggal 5 – 6 Juni 2026. Kegiatan ini dirangkaikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) KAI ke-18. 

Ketua Panitia Pelaksana Rakernas KAI,  Suparman SH, MH, menyampaikan bahwa Rakernas merupakan forum strategis organisasi setelah Kongres yang memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan ke depan.

“Rapat Kerja Nasional ini merupakan forum strategis organisasi setelah Kongres, yang akan membahas evaluasi program kerja serta merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan,” ujar Suparman, Minggu, (3/5).

Menurutnya, pelaksanaan Rakernas tahun ini menjadi momentum penting bagi KAI untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus meningkatkan peran advokat dalam penegakan hukum di Indonesia.

“Pelaksanaan Rakernas tahun 2026 ini juga dirangkai peringatan HUT Kongres Advokat Indonesia ke-18, sehingga menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas dan peran advokat dalam penegakan hukum,” lanjutnya.

Rakernas KAI 2026 mengusung tema “Intelektual dan Sosial” yang mencerminkan peran advokat tidak hanya sebagai penegak hukum yang memiliki kapasitas intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.

“Dengan mengusung tema ‘Intelektual dan Sosial’, kami ingin mendorong advokat tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial masyarakat,” kata Suparman.

Ia menambahkan, pihak panitia menargetkan sekitar seribu peserta akan hadir dalam kegiatan tersebut, yang terdiri dari pengurus dan anggota KAI dari seluruh Indonesia.

“Kami telah membuka pendaftaran bagi para advokat dibawah Advokai, target sekitar seribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia akan hadir dalam Rakernas dan HUT di tahun 2026 ini,” jelasnya.

Panitia kegiatan ini, lanjut Parman, secara tidak langsung mengenalkan destinasi pariwisata yang ada di NTB kepada peserta, begitu juga industri kuliner khas Lombok khususnya Nusa Tenggara Barat pada umumnya. Karena panitia menawarkan paket wisata kepada peserta yang berasal dari berbagai daerah tersebut. 

Melalui Rakernas ini kata sapaan Parman, KAI diharapkan dapat menghasilkan berbagai keputusan strategis yang berdampak positif bagi organisasi, profesi advokat, serta sistem penegakan hukum di Indonesia.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang mampu memperkuat organisasi, meningkatkan profesionalisme advokat, serta memperluas akses bantuan hukum bagi masyarakat pencari keadilan,” tutup Suparman.

Rakernas KAI merupakan forum tertinggi organisasi setelah Kongres yang memiliki kewenangan menetapkan kebijakan strategis, melakukan evaluasi program kerja, serta merumuskan rencana kerja organisasi ke depan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen organisasi advokat dalam menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat. (F3)

Ket. Foto:

Ketua Panitia Pelaksana Rakernas KAI, Suparman SH, MH. (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Dua Terduga Pengedar Narkoba Dibekuk di Lombok Barat, Satu Tertangkap di Kios Pinggir Jalan

Lombok Barat - Peredaran narkotika di wilayah Lombok Barat kembali berhasil diungkap aparat kepolisian. Dua pria asal Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, berinisial MUL...

Satu Tahun Iqbal–Dinda dan Ketenagakerjaan NTB: Dari Pemulihan Menuju Peningkatan Kualitas SDM

Mataram - Tahun pertama kepemimpinan Iqbal–Dinda berlangsung dalam situasi ekonomi yang tidak sepenuhnya ideal. NTB memasuki 2025 dengan tekanan sektor pertambangan, kontraksi ekonomi pada...

Semangat Berkarya, Baiq Local Corner Manfaatkan Limbah dan Pasar Digital

Lombok Tengah - Perjalanan Baiq Andrea dalam membangun Baiq Local Corner menjadi potret inspiratif bagaimana transformasi digital mampu membuka peluang usaha baru bagi pelaku...

Sebulan Jelang MotoGP Mandalika 2025, Penjualan Tiket Baru 30 Persen

Mataram - Sebulan sebelum ajang balap dunia MotoGP Mandalika 2025 digelar, penjualan tiket masih belum maksimal. Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria,...

MotoGP Mandalika 2025 Dibuat Jadi Enam Hari

Mataram - Durasi rangkaian ajang MotoGP Mandalika rencana akan diperpanjang dari tiga hari menjadi enam hari pada pelaksanaan tahun 2025 mendatang. Langkah ini diambil...