Publik Kecewa, Narasumber Utama Tak Hadiri Diskusi Publik Dugaan ASN Siluman dan Dana Darurat 

Mataram – Diskusi Publik yang diselenggarakan media online NTBTerkini.id bersama Forum Pewarta Lombok-NTB, dengan tema, Dibalik Dugaan ASN Siluman, Mencuat Dana Darurat, berlokasi di Sayung Restaurant, Kota Mataram, Kamis (21/05), berujung panas.

Pasalnya, para pejabat yang seharusnya menjadi narasumber, tidak menghadiri kegiatan diskusi tersebut.  Konfirmasi ketidakhadiran pun disampaikan pada menit-menit menjelang usainya acaranya.

Para pejabat yang dimaksud diantaranya Kepala BKAD NTB, Nursalim, Kepala Dinkes NTB, dr Lalu Hamzi Fikri, dan Direktur RSUD NTB, drg H. Asrul Sani.

Selaku penyelenggara, Ketua Forum Pewarta Lombok-NTB, sekaligus Pimpinan Redaksi NTBTerkini.id, Syafrin Salam, menyesalkan ketidakhadiran para pejabat tersebut.

Syafrin mengalir, sebelum acara dirinya telah mengupayakan koordinasi dan konfirmasi kehadiran. Kepala Dinkes NTB mengirim Sekdis dan Kabid SDK sebagai perwakilan, dengan alasan mengambil cuti.

Sedangkan BKAD NTB melalui stafnya, akan memastikan kehadiran melalui nomor redaksi yang bisa dihubungi sebelum kegiatan dimulai. Berbeda dengan Direktur RSUD NTB telah menyetujui untuk menjadi narasumber.

Dari agenda diskusi yang dijadwalkan Pukul 14.30 Wita, pihak penyelenggara belum mendapatkan khabar. Menjelang magrib, para narasumber yang dimaksud baru memberikan konfirmasi melalui perwakilannya.

“Malah yang dikirim sebagai perwakilan, staf dan pegawai yang tentunya tidak ada kaitannya dengan isu yang kami usung. Paling parah BKAD NTB, sama sekali tidak ada konfirmasi hingga acara selesai. Dimanakah adabnya sebagai pejabat,” timpalnya.

Kehadiran mereka yang diharapkan mewakili Pemprov NTB, berganti kekecewaan sekaligus ketidakpercayaan publik terhadap kualitas kejujuran Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur NTB, Hj Indah Dhamayanti Putri (Iqbal-Dinda).

“Diskusi publik ini merupakan panggung rakyat. Ketidakhadiran mereka menguatkan keraguan publik terhadap kejujuran Iqbal-Dinda sebagai nahkoda pemerintahan NTB,” tegasnya.

Diakui Syafrin,  bahwa kasus ini mencuat sejak Desember 2025. Hingga saat ini, pihaknya belum mendapatkan jawaban dan klarifikasi yang tepat, sehingga isunya kian liar di tengah publik.  

Selain itu, tujuan dari diskusi ini, lanjut Syafrin, untuk mengetahui sejauh mana kejujuran pemerintah daerah, dalam rangka meluruskan data. Serta ingin menjembatani masyarakat secara langsung dengan pejabat terkait.

“Di diskusi ini, masyarakat dari berbagai elemen juga akan tahu, bagaimana pertanggungjawaban narasumber selaku pejabat, terhadap temuan kami di lapangan,” tandasnya. (RED)

Ket. Foto:

Kegiatan Diskusi Publik Dibalik Dugaan ASN Siluman , Mencuat Dana Darurat, bertepatan di Sayung Restaurant. (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Dikpora dan Iprahumas Bangun Pemuda NTB Berintegritas di Tengah Tantangan Era Digital dan Globalisasi

Mataram - Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora ) terus menggaungkan semangat penguatan kepemimpinan Pemuda di kalangan ...

Paripurna DPRD, Bupati LAZ Ajak Kuatkan kolaborasi untuk Memajukan Lombok Barat

Lombok Barat - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat secara resmi menyampaikan Draf rancangan perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun...

MTQ NTB Hadirkan Syiar dan Harmoni Budaya

Lombok Tengah — Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat ke-31 Tahun 2026 tidak hanya akan menjadi ajang syiar Al-Qur'an, tetapi...

Gubernur Iqbal Dorong NTB Jadi Provinsi Hijau Lewat Energi Bersih di ICATEI 2025

Lombok Barat - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Lalu Muhamad Iqbal, mendorong percepatan pengembangan energi terbarukan di wilayahnya sebagai langkah menuju cita-cita menjadikan...

Tak Terbukti Korupsi, PH Minta Isabel Tanihaha Dibebaskan dari segala Dakwaan Kasus LCC

Mataram - Tim penasihat hukum Isabel Tanihaha yang diwakilkan oleh Dr. Defika Yufiandra, SH., MKn, Muhammad Ihwan, SH.,MH, Burhanudin SH.,MH., Ina Maulina, SH dan...