Surabaya – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memasuki fase transformasi organisasi dan pelayanan publik. Dalam arahannya kepada jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Jawa Timur dan Kantor Pertanahan (Kantah) se-Jawa TimurMenteri ATR/Kepala BPNNusron Wahidmenekankan bahwa seluruh perubahan yang tengah dijalankan bertujuan menghadirkan pelayanan yang lebih cepatterukurdan berorientasi pada masyarakat.
“Intinya kita semester ini memasuki periode transformasi pelayanan dan transformasi organisasi dengan menempatkan pemohon atau rakyat sebagai raja yang harus kita layani. Transformasi pelayanankata kuncinya hari ini,” tegas Menteri Nusron pada pertemuan yang berlangsung di Kanwil BPN Provinsi Jawa TimurSabtu (18/07/2026).
Menurut Menteri Nusrontransformasi pelayanan publik harus ditopang tiga pilar utamayakni organisasitata laksana atau standar operasional prosedur (SOP)serta sumber daya manusia (SDM). Ketiga aspek tersebut harus diperkuat secara bersamaan agar pelayanan pertanahan berjalan lebih efektiftransparandan memberikan kepastian kepada masyarakat.
Pada aspek organisasiKementerian ATR/BPN akan mengubah struktur Kantah dari pendekatan tematik menjadi pendekatan kewilayahan. “Tujuannya pelayanan publik dapat lebih mudah diukursetiap Kasi harus mengetahui seluruh persoalan di wilayahnyaselain itupendekatan pelayanan menjadi lebih dekat kepada masyarakat,” terang Menteri Nusron.
Di aspek pelayananKementerian ATR/BPN akan menerapkan prinsip _first infirst out,_ yakni berkas yang masuk lebih dahulu harus diselesaikan lebih dahulu. Kementerian ATR/BPN juga menerapkan sistem Pengukuran Terjadwal agar masyarakat memperoleh kepastian waktu pelayanan. Transformasi pelayanan juga dilakukan pada layanan peralihan hak yang ditargetkan selesai paling lama 10 hari.
“Kita akan menggunakan prinsip fiktif positif. Kalau mengacu pada filosofi pelayanan publiksemuanya harus terukurmemiliki parameter yang jelasmemberikan kepastiandan transparan,” jelas Menteri Nusron.
Di hadapan Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas yang hadirMenteri Nusron mengingatkan pentingnya penguatan SDM dan integritas aparatur. Seluruh pegawai akan mengikuti pelatihan manajemen risikosementara Kepala Kantor diminta menghentikan praktik-praktik yang berpotensi menimbulkan pelanggaran hukum. “Kalau Saudara ingin selamat menjadi pejabatikuti aturanjangan ikuti perasaan,” tegasnya.
Pada dasarnyaseluruh transformasi yang dilakukan Kementerian ATR/BPN bermuara pada satu tujuanyakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Layani rakyat dengan hati. Kalau memang bisakatakan bisa. Kalau tidak bisasampaikan dengan baik. Yang penting jangan sampai mereka tersinggung,” pesan Menteri Nusron sebelum mengakhiri arahannya.
Dalam kesempatan tersebutKepala Kanwil BPN Provinsi Jawa TimurMuhammad Naimmelaporkan progres dan capaian kinerja kepada Menteri Nusron. Hadir mendampingi Menteri NusronKepala Biro Hubungan Masyarakat dan ProtokolAchmad serta Kepala Biro OrganisasiTata Laksanadan Manajemen RisikoEinstein Al Makarima. (*)
Ket. Foto: Menteri ATR/Kepala BPNNusron Wahid. (Ist)

