Alat Berat Mulai Bekerja di Lokasi Banjir Pengantap Sekotong

Lombok Barat – Sejumlah alat berat mulai diterjunkan untuk menangani dampak bencana banjir di Dusun Pengantap, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Kamis (15/01/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana yang dilakukan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Penurunan alat berat tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, setelah meninjau langsung lokasi terdampak bencana pada Rabu (14/01/2026). Gubernur memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi NTB untuk segera melakukan penanganan jangka pendek di wilayah terdampak.

Fokus penanganan meliputi pembersihan sedimentasi sungai, pengerukan saluran dan drainase, serta pembukaan akses jalan yang tertutup material banjir. Langkah ini dinilai krusial untuk mengembalikan aktivitas warga sekaligus mencegah potensi bencana susulan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR dan Kawasan Permukiman Provinsi NTB, Budi Herman, SH, MH, mengatakan bahwa alat berat berupa ekskavator dan truk pengangkut material telah mulai beroperasi sejak hari ini. Alat tersebut difungsikan untuk mengatasi kerusakan infrastruktur sekaligus melakukan normalisasi lingkungan pascabencana.

“Percepatan penanganan ini bertujuan untuk memulihkan aktivitas masyarakat terdampak secepat mungkin serta mengantisipasi munculnya penyakit pascabencana akibat kondisi lingkungan yang rusak,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi NTB telah melakukan berbagai langkah penanganan bencana dalam beberapa hari terakhir. Mulai dari pengiriman bantuan logistik kebutuhan dasar bagi korban, hingga peningkatan status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah terdampak.

Kebijakan tersebut diambil agar penanganan bencana hidrometeorologi di beberapa daerah, seperti Lombok Barat, Lombok Tengah, Bima, dan Dompu, dapat dilakukan secara lebih cepat dan terkoordinasi sehingga berdampak langsung pada pemulihan kondisi masyarakat.

Selain penanganan darurat, Pemprov NTB juga menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang. Upaya ini mencakup penyelamatan dan pemulihan lingkungan yang diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir, termasuk kondisi perbukitan serta aktivitas tambang rakyat di sekitar lokasi bencana.

Dengan kombinasi penanganan cepat dan perencanaan jangka panjang, pemerintah berharap risiko bencana serupa dapat diminimalkan di masa mendatang. (F3)

Ket. Foto:

Alat berat excavator yang diterjunkan mulai bekerja menangani dampak banjir di wilayah Dusun Pengantap, Sekotong, Lombok Barat. (Ist) 

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Dari Masjid Jami’ Praya: Pesan Nuzulul Qur’an Miq Iqbal untuk Masa Depan NTB

Oleh: Dr. H. Ahsanul Khalik, Kepala Dinas Kominfotik NTBPeringatan Nuzulul Qur’an yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Jumat malam (6/3/2026) di Masjid...

Peserta Rinjani 100 Mulai Berdatangan ke Lombok

Mataram - Menjelang pelaksanaan ajang lari ultra trail internasional Rinjani 100, para pelari (runner) dari berbagai daerah dan mancanegara mulai berdatangan di Bandara Internasional...

GM PLN NTB Pantau Langsung Keandalan Kelistrikan Perayaan Natal 2025

Mataram – Dalam rangka memastikan pasokan listrik yang andal dan aman selama perayaan Natal 2025, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat...

Nilai Ekspor dan Impor NTB Januari 2025 Turun Drastis

Mataram - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam rilisnya bahwa nilai ekspor NTB pada Januari 2025 mencapai US$ 3,89 juta,...

PLN Siaga Penuh Amankan Pasokan Listrik untuk FORNAS VIII di NTB

Mataram — PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) menggelar Apel Siaga Kelistrikan dalam rangka mendukung pelaksanaan Festival Olahraga Masyarakat...