Konsultan Hukum DPRD NTB Sebut 15 Anggota Dewan yang Kembalikan Dana Tidak bisa Dipidana

Mataram – Dugaan penerimaan dana tidak sah yang menyeret 15 anggota DPRD NTB terus menjadi perhatian publik. Meski demikiandalam perspektif hukum pidanapenetapan tanggung jawab tidak bisa didasarkan pada asumsimelainkan harus dibuktikan adanya unsur kesengajaan atau kelalaian sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Konsultan Hukum DPRD NTBProf. Zainal Asikinmenjelaskan,  dalam sistem hukum pidana nasionalseseorang hanya dapat dimintai pertanggungjawaban pidana apabila terpenuhi unsur kesalahanbaik dalam bentuk kesengajaan (mens rea) maupun kealpaansebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Nasional.

“Pertanyaan mendasar dalam kasus ini adalah apakah terdapat mens rea atau niat jahat dari 15 anggota DPRD tersebutserta apakah unsur tindak pidana yang dipersangkakan telah terpenuhi,” ujar Prof. Asikin sapaan akrabnya dalam acar jumpa persRabu 15 April 2026di Mataram.

Menurut Prof. Asikinfakta empiris menunjukkan bahwa ke-15 anggota DPRD tersebut secara sukarela mengembalikan dana yang diterima kepada aparat penegak hukum. Tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk itikad baik yang muncul dari kesadaran pribadi.

“Dalam perspektif hukumkhususnya pidanapengembalian secara sukarela ini mencerminkan tidak adanya mens rea atau niat jahat. Justru ini menunjukkan sikap kooperatif dan kesadaran hukum,” jelasnya.

Lebih lanjutProf. Asikin menyatakan bahwa hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah perbuatan yang dilakukan oleh ke-15 anggota DPRD tersebut telah memenuhi seluruh unsur tindak pidana sebagaimana yang dipersangkakan. Menurutnyadalam konteks hukum perdata punpihak yang beritikad baik seharusnya mendapatkan perlindungan hukum.

“Berdasarkan fakta empiris dan yuridis yang adabelum dapat dibuktikan secara jelas bahwa unsur tindak pidana telah terpenuhi,” ujarnya.

Dengan demikiansecara yuridiske-15 anggota DPRD Provinsi NTB yang telah mengembalikan dana tersebut secara sukarela dinilai tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana. Hal ini disebabkan tidak ditemukannya unsur mens rea atau niat jahatyang merupakan syarat utama dalam pertanggungjawaban pidana.

Meski demikianProf. Asikin menekankan bahwa proses hukum tetap harus berjalan secara objektif dan transparan guna memastikan kepastian hukum serta menjaga kepercayaan publik.

“Penegakan hukum harus tetap mengedepankan asas keadilankepastiandan kemanfaatan,” pungkas Prof. Asikin.

Kasus yang tengah bergulir ini menyeret tiga nama sebagai pemberi dana. Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi NTB dan menjalani proses persidangan di PN Tipikor Mataram. (F3)

Ket. Foto:

Konsultan Hukum DPRD NTBProf. Zainal Asikin. (/fit)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Kapolda NTB Bersama Gubernur Cek Arus Mudik di Bandara Internasional ZAM

Mataram — Kapolda NTB Irjen Pol. Edy MurbowoS.I.K.M.Si. bersama Gubernur NTB dan jajaran Forkopimda NTBMinggu (15/3/2026)turun langsung memantau arus mudik di transportasi udara Internasional...

Penutupan FORNAS VIII NTB: Panitia Siapkan Parkir Khusus, Masyarakat Bisa Nobar di Teras Udayana

Mataram – Menjelang acara penutupan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII Nusa Tenggara Barat (NTB) yang akan digelar pada Jumat malam (01/08/2025)panitia pelaksana bersama...

Polda NTB Gelar Operasi Katarak dan Bibir Sumbing Gratis Sambut Hari Bhayangkara ke-79

Mataram -  Menyambut Hari Bhayangkara ke-79Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan komitmennya dalam pelayanan sosial dengan menggelar bakti kesehatan berupa operasi katarak dan bibir...

Abdul Hadi Tinjau Embung Pemolong, Soroti Akses Jalan yang Masih Rusak

Lombok Barat - Pembangunan Embung Pemolong di Desa Banyu UripKecamatan GerungKabupaten Lombok BaratNusa Tenggara Barat dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus...

Wamen Ossy : Kepala Daerah Berperan Strategis dalam Penyelesaian Persoalan Pertanahan dan Tata Ruang

Batam - Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pertanahan dan tata ruang yang efektif. Dalam pertemuan yang...