Mataram — Penyidik Subdit Tipidkor Dit Reskrimsus Polda NTB menetapkan satu tersangkadalam dugaan korupsi pemerasan dan pungli terhadap pendidik penerima Tunjangan Khusus Guru Daerah Terpencil (TKGDT)di Dinas Dikbudpora Kabupaten BimaProvinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB Kombes Pol. FX. EndriadiS.IK. menyampaikanPenetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan minimal 2 alat bukti yang sah dan dilakukan melalui mekanisme gelar perkara.
“Saudari IR kami tetapkan sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi pemerasan dan pungliterhadap guru SD penerima Tunjangan Khusus Daerah Terpencil di Kecamatan TamboraKabupaten Bima. Peristiwa ini berlangsung pada 2019 sampai 2025,” ungkap Kombes Endriadi.
Penyidik memeriksa 24 saksi serta mengamankan sejumlah dokumen. Dari hasil pendalamanditemukan penyerahan uang dari para guru penerima tunjanganuntuk disetorkan kepada IR selaku Kepala Bidang PTK Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima.
Kombes Endriadi menegaskanpara guru mengaku menyerahkan uang karena merasa tertekan. Mereka khawatir tunjangan tahap berikut tidak cair jika permintaan tak dipenuhi.
“Para guru merasa terpaksa menyerahkan sejumlah uangkarena ada kekhawatiran tidak menerima tunjangan khusus pada tahap selanjutnya,” tegasnya.
Pada kesempatan yang samaKasubdit Tipidkor Dit Reskrimsus Polda NTB AKBP MuhaeminS.H.S.I.K.,M.IK.mengungkap temuan lain dari hasil pemeriksaan saksi.
“Saudari IR menyiapkan dua rekening khususuntuk menerima setoran dari guru penerima tunjangan daerah terpencil,” kata Muhaemin.
Penyidik masih terus mendalami aliran danaserta membuka peluang adanya pihak lain yang ikut terlibat dalam perkara ini. (F*)
Ket. Foto:
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB Kombes Pol. FX. EndriadiS.IK. (Ist)

