Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan komitmennya mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Hal itu disampaikan Sekda NTBAbul Chairsaat menghadiri rapat koordinasi penguatan rantai pasokkeamanan pangandan kepatuhan SOP Program MBG di Hotel Lombok RayaJumat (29/5).
rapat koordinasi penguatan rantai pasokkeamanan pangandan kepatuhan SOP Program MBG di Hotel Lombok RayaJumat (29/5).
Menurut Abul Chairprogram MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anaktetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat melalui keterlibatan petanipeternaknelayanUMKMkoperasihingga distribusi lokal.
“Program ini memiliki efek gandayakni meningkatkan kualitas SDM sekaligus menggerakkan ekonomi desa dan masyarakat,” ujarnya.
Hingga Mei 2026pelaksanaan MBG di NTB tercatat memiliki 842 SPPG dengan 733 unit aktifmelibatkan lebih dari 4.300 supplier lokalmenyerap lebih dari 39 ribu tenaga kerjadan menjangkau sekitar 1,9 juta penerima manfaat.
Sekda NTB menegaskan tiga fokus utama programyakni penguatan rantai pasok lokalkeamanan pangandan kepatuhan terhadap SOP.
Sementara ituWakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan GiziSony Sanjayamengatakan MBG difokuskan bagi ibu hamilibu menyusuibalitapeserta didikdan santriterutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.
Ia menegaskan supplier lokal harus menjadi prioritas agar manfaat ekonomi program tidak keluar daerah.
Di NTBprogram MBG tercatat memiliki 853 SPPG terverifikasi dengan 828 unit operasional dan menyerap lebih dari 40.117 tenaga kerja. Program tersebut juga melibatkan sekitar 4.457 supplier yang didominasi UMKMkoperasidan BUMDes.
Sony menyebut pemerintah saat ini menggelontorkan anggaran MBG di NTB sekitar Rp27,7 miliar per haridengan penyerapan tenaga kerja mencapai 40.100 orang.
“MBG adalah penggerak ekonomi kerakyatan sehingga seluruh pihak harus memahami dampak besar program ini bagi masyarakat,” pungkasnya. (F*)
Ket. Foto:
Kegiatan rapat koordinasi penguatan rantai pasokkeamanan pangandan kepatuhan SOP Program MBG di Hotel Lombok Raya. (Ist)

