Stunting Bima Turun Diangka 12 Persen,  Pemprov NTB Perkuat Intervensi Terintegrasi

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mengakselerasi penurunan angka stunting melalui intervensi langsung ke desa-desa. Salah satunya dilakukan di Desa Nggembe, Kabupaten Bima, Selasa (3/3), dengan pemantauan lapangan yang dipimpin Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.

Kunjungan tersebut turut didampingi Bupati Bima Ady Mahyudi dan Ketua TP-PKK NTB Sinta M. Iqbal. Agenda difokuskan pada peninjauan langsung anak-anak terdampak stunting serta balita yang mengalami diare, guna memastikan intervensi yang diberikan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan keluarga.

“Penanganan stunting harus kita pastikan tepat sasaran. Karena itu kami turun langsung melihat kondisi anak-anak dan keluarga, agar intervensi yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Gubernur Iqbal.

Di Desa Nggembe tercatat terdapat 12 anak sasaran stunting. Dalam kunjungan tersebut, rombongan mendatangi dua balita, Zakir (16 bulan) dan Jafir (12 bulan), yang masuk dalam sasaran program imunisasi campak (Universal Routine Immunization/URI) melalui fasilitas layanan kesehatan setempat.

Selain pemantauan, dilakukan pula pemberian imunisasi secara simbolis kepada anak-anak PAUD Meci Angi sebagai langkah preventif untuk mencegah penyakit serta memperkuat layanan kesehatan dasar di tingkat desa.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Gubernur Iqbal menyerahkan bantuan paket Pemberian Nutrisi Tambahan (PNT) berupa biskuit dari Dinas Kesehatan NTB. Layanan kesehatan dari Puskesmas dan Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) setempat juga diperkuat guna mempercepat pemulihan kondisi anak sekaligus meningkatkan pendampingan keluarga.

Gubernur Iqbal menegaskan, penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial karena faktor penyebabnya beragam.

“Penanganan stunting tidak bisa dilihat dari satu sisi saja. Bukan hanya soal gizi, tetapi juga sanitasi, kondisi rumah, hingga penyakit penyerta. Karena itu pendekatannya harus komprehensif dan terintegrasi,” tegasnya.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten menjadi kunci utama percepatan penurunan angka stunting. Pembagian peran dan kewenangan yang jelas dinilai mampu mempercepat capaian target.

“Kita bergandengan tangan dengan kabupaten. Kita bagi tugas, mana yang menjadi kewenangan kabupaten dan mana yang menjadi dukungan provinsi. Semua sektor harus bergerak bersama agar target penurunan stunting 2026 bisa tercapai,” ujarnya.

Upaya kolaboratif tersebut menunjukkan hasil positif. Angka stunting di Kabupaten Bima berhasil ditekan dari 26 persen menjadi 12 persen. Sementara di tingkat Provinsi NTB, prevalensi stunting kini tercatat turun menjadi 13 persen.

Capaian ini menjadi indikator 

keberhasilan kerja lintas sektor, mulai dari bidang kesehatan, perumahan, sanitasi hingga dukungan sosial kemasyarakatan. 

Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dan intervensi terintegrasi guna memastikan setiap anak mendapatkan hak tumbuh kembang yang optimal. (F*)

Ket. Foto:

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal beserta rombongan saat berkunjung di Desa Nggembe, Kabupaten Bima. (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Lima Atlet ULD Kaltim Unggul di Fornas VIII NTB 2025

Mataram - Provinsi Kalimantan Timur unggul dalam Induk Organisasi Olahraga (Inorga) Universal Line Dance (ULD) pada ajang Fornas VIII NTB  yang berlangsung di Venue...

Waka BGN Beberkan Anggaran MBG Rp268 Triliun, 93 Persen Disalurkan Lewat VA

Jakarta – Waka BGN Irjenpol (pur ) Sony Sonjaya S.I.K, Jumat (27/3/2026), memaparkan skema anggaran Rp268 triliun dalam UU APBN, yang diperuntukkan bagi program...

DPRD NTB Tolak Proses Pergantian AKD di Tengah Kisruh PPP

Mataram - Ketua DPRD Provinsi NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda menegaskan DPRD NTB tidak akan menindaklanjuti polemik dua surat yang saling bertentangan dari...

DPRD NTB Minta Pemprov Perbaiki Bertahap Jalan Provinsi yang Rusak Jelang Idul Fitri

Mataram  – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB), Sudirsah Sujanto, meminta Pemerintah Provinsi NTB segera melakukan perbaikan secara bertahap terhadap sejumlah...

Minta Keadilan ke Polda NTB, Lusi Desak Laporannya Segera Diproses

Mataram – Pengusaha Wanita asal Sumbawa, Nyonya Lusi, akhirnya angkat bicara terkait perjalanan panjang kasus hukum yang menimpanya. Didampingi tim kuasa hukum dari Law...