Bapemperda DPRD NTB Jelaskan Lima Ranperda Usul Prakarsa Dewan

Mataram – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengajukan lima rancangan peraturan daerah (Raperda) usul prakarsa dalam rapat paripurna tahun 2026. 

Total terdapat tujuh Raperda dalam program pembentukan Perda tahun 2026, namun lima di antaranya diusulkan untuk dibahas lebih lanjut pada tahap berikutnya.

“Kelima Raperda ini telah melalui proses komprehensif, mulai dari hearing, focus group discussion, hingga uji publik,” ujar Juru Bicara Bapemperda DPRD NTB, Dr. Hj. Megawati Lestari, SH., MH, membacakan penjelasan Bapemperda terhadap Lima Raperda usul  prakarsa DPRD NTB, pada Rapat Paripurna Masa Persidangan Kedua Tahun Sidang 2025/2026 tentang Raperda Usul Prakarsa DPRD NTB , di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Provinsi NTB, Senin, (27/4).

Adapun lima Raperda yang diusulkan meliputi, Perubahan atas Perda Nomor 9 Tahun 2018 tentang Balai Mediasi, Perubahan atas Perda Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, Raperda tentang pencegahan dan penanggulangan pinjaman online ilegal serta judi online, Raperda tentang sumbangan dana pendidikan dari masyarakat pada satuan pendidikan menengah dan Raperda tentang pelaksanaan delegasi kewenangan urusan pemerintahan di bidang pertambangan mineral dan batubara

Megawati menjelaskan, Raperda tentang Balai Mediasi bertujuan memperkuat peran lembaga tersebut sebagai sarana penyelesaian sengketa yang cepat, adil, dan berbiaya ringan melalui pendekatan musyawarah.

Sementara itu, Perubahan atas Perda Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani,

diarahkan untuk menyesuaikan dengan perkembangan regulasi nasional serta memperkuat aspek perlindungan usaha tani, stabilitas harga, hingga kelembagaan petani.

Terkait maraknya pinjaman online ilegal dan judi online, DPRD NTB menilai perlu adanya regulasi daerah yang mampu memberikan perlindungan lebih optimal bagi masyarakat. Menurutnya, fenomena ini berdampak serius secara ekonomi dan sosial, sehingga perlu langkah sistematis melalui kebijakan daerah.

Pada sektor pendidikan, Raperda yang diajukan mengatur partisipasi masyarakat dalam pendanaan pendidikan secara sukarela, transparan, dan akuntabel, serta melarang pungutan yang bersifat memaksa.

Sedangkan Raperda tentang pelaksanaan delegasi kewenangan urusan pemerintahan di bidang pertambangan mineral dan batubara

diharapkan dapat menyesuaikan dengan perubahan kebijakan nasional terkait pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah.

Megawati menekankan bahwa penyusunan seluruh Raperda tidak hanya mempertimbangkan aspek sosiologis, tetapi juga harus memenuhi aspek yuridis dan filosofis agar dapat diterapkan secara efektif.

DPRD NTB selanjutnya mengharapkan pandangan, masukan, dan tanggapan dari fraksi-fraksi untuk menyempurnakan kelima Raperda tersebut sebelum masuk tahap pembahasan lanjutan.

“Dukungan dari seluruh pimpinan dan anggota DPRD sangat diharapkan agar Raperda ini dapat segera dibahas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat NTB,” pungkasnya.

Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, bersama para wakil ketua, H. Lalu Wirajaya, H. Yek Agil, dan H. Muzihir. Dihadiri Sekda NTB Abul Chair, Anggota DPRD NTB dan sejumlah Pimpinan OPD Lingkup Pemprov NTB. (F*)

Ket. Foto:

(1).Juru Bicara Bapemperda DPRD NTB, Dr. Hj. Megawati Lestari, SH., MH, membacakan penjelasan Bapemperda terhadap Lima Raperda usul prakarsa DPRD NTB, pada Rapat Paripurna Masa Persidangan Kedua Tahun Sidang 2025/2026 tentang Raperda Usul Prakarsa DPRD NTB , di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Provinsi NTB, Senin, (27/4).

(2). Juru Bicara Bapemperda DPRD NTB, Dr. Hj. Megawati Lestari, SH., MH, menyerahkan dokumen penjelasan Bapemperda terhadap Lima Raperda usul prakarsa DPRD NTB, kepada pimpinan Rapat Paripurna Masa Persidangan Kedua Tahun Sidang 2025/2026, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Provinsi NTB, Senin, (27/4). (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Bupati LAZ Ajak Wamen Transmigrasi Saksikan Peresean, Warisan Budaya Sasak yang Mendunia

Lombok Barat - Suasana meriah menyelimuti Festival Peresean Bupati Lobar Cup ketika Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) berhasil mengajak Wakil Menteri...

Gubernur NTB Pantau Arus Mudik Lebaran 2025, Moda Transportasi Laut dan Darat Meningkat

Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhamad Iqbal, turun langsung memantau arus mudik Lebaran 2025 di sejumlah titik strategis, Kamis (27/3)....

Media Visit, PLN NTB Ajak Media Tinjau Langsung PLTMH Santong: Komitmen PLN Hadirkan Energi Hijau

Lombok Utara – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (PLN UIW NTB) menggelar kegiatan media visit ke Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro...

NTB–Kanada Jajaki Kerja Sama Strategis Pariwisata hingga Energi Terbarukan

Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) membuka peluang kerja sama strategis dengan Kanada dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan, ketahanan pangan, dan energi terbarukan....

Pasca Insiden Kecelakaan, TNGR Siapkan Langkah Konkret Perbaiki Layanan dan Tata Kelola Pendakian Rinjani

Mataram -  Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menjadi sorotan pasca insiden kecelakaan di Gunung Rinjani yang menewaskan seorang pendaki adalah Brasil beberapa waktu lalu Dalam...