Mataram – Subdit III Ditreskrimum Polda NTB berhasil mengungkap sejumlah kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas)serta pemalsuan dokumen surat tanda nomor kendaraan (STNK).
Wakil Direktur Reskrimum Polda NTBAKBP I Putu BagiartanaSHM.I.Kom.mengungkapkandalam kasus curas ini petugas berhasil mengamankan dua terdugayakni PR (26) warga Kelurahan PejerukKota Mataramdan RM (22) warga Dusun Rempek TimurKabupaten Lombok Utara.
Modus operandi yang digunakan terdugayakni berpura-pura sebagai anggota kepolisianmenghentikan paksa korban di jalanlalu mengancam dan mengambil kendaraan korban. Beberapa korban juga diajak pergi dengan alasan menuju "basecamp"namun ditinggalkan di tengah jalan sementara kendaraan mereka dibawa kabur oleh terduga pelaku.
"Dari tangan para terduga pelakupetugas berhasil menyita barang bukti berupabeberapa unit sepeda motor hasil kejahatantermasuk Honda Scoopy dan Yamaha FazzioSTNK dan BPKB palsu dan Kunci kendaraan curian," ungkap Wadir dalam press rilis yang digelar Selasa(4/2) di Command Center Polda NTB.
Para tersangka dijerat dengan Pasal 365 Ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan kekerasandengan ancaman hukuman penjara maksimal 9 tahun.
Adapun tiga orang yang menjadi korban kasus curas ini yakni Budi SetiawanMuh. Irwan Hadidan Sumardi.
Wakil Direktur Reskrimum Polda NTBAKBP I Putu BagiartanaSHM.I.Komjuga mengungkap kasus pemalsuan dokumen kendaraan bermotor. Seorang tersangka berinisial SG (29)warga Kelurahan TuridaKota Mataramditangkap atas dugaan pemalsuan STNK.
Modus yang digunakan adalah menghapus data asli pada STNK bekas menggunakan amplaslalu menggantinya dengan identitas baru sesuai pesanan menggunakan aplikasi desain grafis dan dicetak menggunakan printer. Setiap STNK palsu dijual dengan harga Rp500.000
"Korban dalam kasus ini adalah Lalu Gunawanyang menjadi salah satu pembeli STNK palsu tersebut,"
Dari tangan tersangkapetugas mengamankan barang bukti berupa Laptop dan printer yang digunakan untuk mencetak STNK palsuberbagai alat pendukung seperti guntingcutterdan stempelserta uang tunai Rp6.300.000 hasil transaksi pemalsuan.
"Pelaku dikenakan Pasal 263 Ayat (1) KUHP tentang pemalsuan dokumendengan ancaman hukuman penjara maksimal 6 tahun," ungkapnya.
Wadir menegaskan bahwa Polda NTB akan terus berupaya memberantas kejahatan jalanan serta tindak pidana pemalsuan dokumen.
"Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap tindak kejahatankhususnya curas dan pemalsuan dokumen kendaraan. Jika menemukan hal mencurigakansegera laporkan ke pihak kepolisian," ujarnya.
Seluruh pelaku beserta barang bukti kini telah diamankan dan akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. (F3)
Ket. Foto:
Konferensi Pers ungkap kasus curas dan pemalsuan dokumen kendaraan bermotor oleh Ditreskrimum Polda NTB. (Ist)


