Mataram – Pengembangan penyelidikan kasus curanmor di Babakan yang dilakukan penyidik Satreskrim Polresta Mataram menguak kasus pencurian motor lain yang terjadi di wilayah Karang KemongCakranegaraKota Mataram.
Dari pengungkapan tersebutdua pelaku utama pencurian motor di Babakan berinisial SH dan MS berkaitan dengan kasus pencurian motor lainnya yang terjadi di Karang Kemong. Dari kasus ini polisi juga berhasil mengamankan lima orang terduga penadahyakni RAIKBAAMSdan S yang diduga terlibat dalam penjualan atau penyimpanan barang hasil kejahatan tersebut.
Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma YP.S.T.K.S.I.K.M.Si.menjelaskan, terbongkarnya kasus curanmor di Karang Kemong merupakan hasil pengembangan dari penyidikan kasus pencurian sepeda motor yang sebelumnya terjadi di wilayah BabakanKecamatan Sandubaya.
“Sebelumnya ada dua laporan curanmor yang masuk ke Polresta Mataramyaitu di wilayah Babakan dan di wilayah Karang Kemong. Namun yang lebih dulu terungkap adalah kasus di Babakan,” ujar AKP I Made Dharma saat ditemui mediaJumat (13/03/2026).
Peristiwa pencurian di Karang Kemong sendiri terjadi pada 2 Maret 2026 sekitar pukul 16.30 Wita. Saat itu korban memarkir sepeda motor jenis Honda Vario di sebuah gang di samping rumahnya. Tak lama kemudiankorban mendengar suara mesin sepeda motor dihidupkan.
“Ketika keluar untuk mengecekkorban mendapati motornya sudah tidak ada di tempat. Korban pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Mataram,” tutur Kasat Reskrim.
Saat polisi melakukan penyelidikanidentitas pelaku dalam kasus Babakan lebih dulu teridentifikasi hingga akhirnya SH dan MS berhasil diamankan. Dari hasil pemeriksaan terhadap keduanyapenyidik kemudian menemukan keterkaitan dengan kasus pencurian lain di Karang Kemong.
“Dari pengembangan pemeriksaan terhadap para pelakudiketahui bahwa SH dan MS juga merupakan pelaku utama dalam kasus pencurian di Karang Kemong,” jelasnya.
Selain itudari keterangan para pelakupolisi juga memperoleh informasi mengenai sejumlah orang yang diduga menerima atau membantu menjual sepeda motor hasil curian tersebut. Berdasarkan informasi itupetugas kemudian berhasil mengamankan lima terduga penadah.
Saat ini seluruh terduga pelaku dan penadah tengah menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polresta Mataram.
“Mereka dijerat dengan Pasal 477 dan Pasal 591 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana pencurian dan pertolongan jahat atau penadahan,” tutup Kasat Reskrim. (F*)
Ket. Foto: Tujuh terduga pencurian motor dan penadah dalam kasus curanmor di Babakan dan Karang Kemong yang diamankan Satreskrim Polresta Mataram. (Ist)

