Dugaan Diskriminasi Wartawan di Pemda Lombok Barat, Organisasi Pers Desak Evaluasi

Lombok Barat – Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Barat (Lobar) menjadi sorotan sejumlah pemilik media dan organisasi wartawan menyusul dugaan praktik diskriminasi dalam pelibatan jurnalis pada agenda resmi pemerintahan.

Sejumlah pihak menilai, Pemda Lobar diduga memilih-milah media yang diundang untuk meliput kegiatan resmi, mulai dari peresmian proyek infrastruktur hingga rapat koordinasi. Bahkan, muncul tudingan adanya pembatasan akses wawancara bagi wartawan yang dianggap bukan bagian dari “media tertentu”, meskipun beberapa di antaranya telah lama melakukan peliputan rutin di lingkungan Pemkab Lobar.

Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lombok Barat, Idrus Jalmonandi, menyebut praktik tersebut berpotensi mencederai prinsip keterbukaan informasi publik.

“Ini bukan sekadar soal undangan, tetapi menyangkut perlakuan yang berpotensi diskriminatif. Jika benar ada pembatasan berdasarkan afiliasi, bukan kredensial jurnalistik, tentu ini perlu diklarifikasi karena bisa bertentangan dengan semangat Undang-Undang Pers,” ujarnya, dalam keterangannya,  Sabtu, (21/2).

Menurut Idrus, sejak pertengahan 2025 sejumlah wartawan mengaku tidak lagi menerima undangan kegiatan resmi dan mengalami kesulitan mengakses narasumber dari kalangan pejabat daerah.

Senada, Pembina Gabungan Jurnalis Investigasi (GJI) NTB, Aminuddin atau yang akrab disapa Babe Amin, mengungkapkan pihaknya menerima laporan dari anggota terkait dugaan penolakan liputan.

“Kami menerima pengaduan dari beberapa anggota mengenai pembatasan akses. Jika ini terjadi, tentu berpotensi menghambat fungsi kontrol sosial pers terhadap kebijakan dan program pemerintah,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, Biro Humas Pemda Lombok Barat belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Sumber internal menyebut pembatasan undangan dilakukan atas pertimbangan efisiensi kegiatan, namun belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai mekanisme dan kriterianya.

Sejumlah kalangan menilai, bila tidak segera diklarifikasi, situasi ini dapat berdampak pada iklim jurnalisme lokal dan persepsi publik terhadap komitmen transparansi pemerintah daerah. Organisasi wartawan berharap Pemda Lobar membuka ruang dialog dengan seluruh media guna memastikan akses informasi yang adil dan proporsional.

SMSI Lombok Barat dan GJI NTB juga mendorong adanya komunikasi terbuka antara pemerintah daerah, insan pers, serta pihak terkait untuk menjaga prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kemerdekaan pers sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan.

Publik, pada akhirnya, berhak memperoleh informasi yang utuh dan berimbang mengenai jalannya pemerintahan di Lombok Barat. (F*)

Ket. Foto:

Pembina GJI NTB, Aminudin (kursi kanan) bersama seluruh pengurua dan anggota GJI NTB. (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Kajian Etika Peradaban Universitas Paramadina Bahas Kebijakan Trump dan Dampaknya bagi Asia Tenggara

Jakarta, 5 Maret 2025 – Universitas Paramadina bersama PIEC, Yayasan Persada Hati, PGSI, dan Program Studi Falsafah Agama menggelar Kajian Etika Peradaban ke-36 dengan...

Jaga Kenyamanan Ramadan, PLN Pastikan Kesiapan Gardu Induk di NTB

Mataram – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan di wilayah NTB guna menjaga kenyamanan masyarakat...

Pimpin Rapim Perdana, Bupati LAZ Tekankan Peningkatan Kinerja untuk Perubahan Lombok Barat

Lombok Barat - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar Rapat Pimpinan dan Silaturahmi Bupati dan Wakil Bupati bersama Semua Pejabat eslon II dan III, Senin,...

Jamaah Haji NTB di Makkah dalam Kondisi Baik, Layanan Terjamin hingga Antisipasi Darurat

Makkah - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Nusa Tenggara Barat (Kakanwil Kemenag NTB), Zamroni Aziz, menyampaikan kabar menggembirakan terkait kondisi jamaah haji asal NTB...

Car Free Nite di Taman Kota Gerung Tetap Ramai Meski Cuaca Gerimis

Lombok Barat - Langkah Pemerintah Daerah Lombok Barat dalam meramaikan Kota Gerung melalui Car Free Nite (CFN) Gerung berjalan sukses. Hal tersebut terlihat pada...