Mataram – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama GEDSI JET NTB memperkuat konsolidasi riset energi baru terbarukan (EBT) melalui kegiatan Konsolidasi Riset tentang Energi Terbarukan dan Implementasinya untuk Pencapaian Net Zero Emission di Nusa Tenggara Baratyang digelar di Golden Palace HotelRabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTBNikendan menghadirkan Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi serta pejabat fungsional Bappeda NTBSetyo Budisebagai narasumber utama.
Forum ini menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi riset energi hijau yang terintegrasi dan kolaboratif dalam mendukung percepatan target Net Zero Emission (NZE) di Provinsi NTB. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsurmulai dari pemerintahperguruan tinggikomunitasNGO/LSMdunia usahamediahingga lembaga pembiayaan dan investor.
Kepala BRIDA NTBI Gede Putu Aryadimenegaskan bahwa penguatan riset dan inovasi energi terbarukan menjadi bagian penting dalam mendukung arah pembangunan NTB yang rendah karbonberkelanjutanserta berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurut Gede AryadiNTB memiliki potensi besar di sektor energi baru terbarukan. Namunpemanfaatannya hingga saat ini masih belum optimal. Berdasarkan data terkinipemanfaatan potensi EBT di NTB baru mencapai sekitar 25 persen.
“Karena itu diperlukan langkah-langkah yang terukur dan terkonsolidasi dengan baik. BRIDA siap menjadi hub atau mengorkestrasi kegiatan riset dan inovasi untuk pengembangan energi baru terbarukan,” tegasnya.
Aryadi menjelaskanBRIDA NTB saat ini telah menginisiasi sejumlah riset strategis terkait energi hijau dan inovasi terapan berbasis potensi lokal. Beberapa di antaranya meliputi pengolahan air lindi menjadi biogaspengembangan biogas portablebudidaya kurma Lombokhingga inovasi pirolisis portable untuk mengolah limbah menjadi sumber energi alternatif.
“NTB memiliki potensi besar dalam pengembangan energi baru terbarukan. Karena itu dibutuhkan penguatan risetinovasidan kolaborasi lintas sektor agar hasil penelitian tidak berhenti di laboratoriumtetapi mampu diterapkan secara nyata untuk masyarakat,” ujarnya.
Selain ituBRIDA NTB juga memiliki peran strategis dalam mendukung RPJMD NTB 2025–2029 melalui penguatan riset energi terbarukanfasilitasi kolaborasi publik dan swastainkubasi teknologi bersih bagi UMKM dan desahingga penyediaan basis data riset energi untuk mendukung kebijakan berbasis bukti.
Dalam forum konsolidasi tersebutseluruh peserta sepakat bahwa pencapaian target Net Zero Emission tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan strategi kolaborasi seluruh pihak melalui pendekatan Hexahelix yang mengintegrasikan peran pemerintahperguruan tinggidunia usahakomunitasmediadan lembaga pembiayaan dalam membangun ekosistem riset dan inovasi energi terbarukan yang kuat dan berkelanjutan.
Forum ini juga menekankan pentingnya prinsip inklusivitas dalam proses riset dan implementasi energi hijau. Seluruh tahapan penelitian dan pengembangan teknologi dinilai perlu melibatkan perempuankelompok rentanmasyarakat desapetaninelayanhingga UMKM agar manfaat transisi energi dapat dirasakan secara merata.
Selain penguatan kolaborasikegiatan tersebut menghasilkan dorongan untuk membangun sistem database riset energi terbarukan NTB yang terintegrasi. Database itu diharapkan mampu mengkonsolidasikan hasil riset dan inovasi dari berbagai elemenmulai dari universitasNGO/LSMpemerintahdunia usahamediahingga investor dan lembaga pendanaan.
Melalui konsolidasi iniBRIDA NTB berharap tercipta sinergi yang lebih kuat antar pemangku kepentingan dalam mempercepat pengembangan energi hijau di NTB sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu pelopor transisi energi bersih di Indonesia. (F*)
Ket. Foto:
Kegiatan Konsolidasi Riset tentang Energi Terbarukan dan Implementasinya untuk Pencapaian Net Zero Emission di Nusa Tenggara Baratyang digelar di Golden Palace HotelRabu (20/5/2026). (Ist)

