Mataram – Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI NTBAbdus Syukurmengimbau seluruh insan pers untuk lebih berhati-hati dalam menyajikan pemberitaanterutama di tengah situasi sosial yang rawan. Ia menekankan pentingnya menghadirkan berita yang menenangkanakuratdan tidak memicu keresahan publik.
“Pers bukan hanya penyampai informasitetapi juga pilar demokrasi dan ruang edukasi bagi masyarakat. Karena ituwartawan dituntut mampu menyajikan berita yang menyejukkan serta memberi solusibukan menambah ketegangan,” tegasnya di MataramSelasa(02/09/2025).
Abdus Syukur juga mengingatkanagar media tidak terjebak pada judul-judul provokatif dan narasi bombastis yang justru bisa memperkeruh suasana. Sebaliknyaia mendorong jurnalis mengangkat nilai-nilai positif seperti persatuankebersamaandan penyelesaian damai.
“Dalam kondisi seperti iniwartawan harus menjaga marwah profesinya. Media harus memperkuat verifikasi setiap informasiterutama yang berseliweran di media sosial. Jangan sampai media ikut terseret arus hoaks atau provokasi,” ujar ketua DKP yang juga ketua SMSI NTB itu.
Menurutnyakeberadaan pers yang profesional dan menyejukkan akan menjadi penopang penting bagi masyarakat untuk tetap tenang menghadapi berbagai persoalan.
“Jika berita yang kita sajikan jernihberimbangdan solutifmaka kepercayaan publik terhadap pers akan semakin kuat,” pungkas Abdus Syukur yang juga Pemimpin Umum Radar Mandalika itu. (red)
Ket. Foto:
Ketua DKP PWI NTB. H. Abdus Syukur. (Ist)

