Majelis Adat Sasak Serukan Aksi Damai, Tolak Anarkisme dalam Unjuk Rasa

Mataram – Majelis Adat Sasak (MAS) menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya eskalasi sosial-politik di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyusul aksi-aksi demonstrasi yang berujung pada tindakan anarkis, termasuk perusakan dan penjarahan.

Ketua Majelis Adat Sasak, H. Lalu Sajim Sastrawan, menyesalkan terjadinya kekerasan dalam unjuk rasa yang seharusnya menjadi ruang damai untuk menyampaikan aspirasi.

“Kami sangat menyesalkan kejadian seperti kemarin itu. Menyampaikan pendapat di muka umum itu sah dan dijamin Undang-Undang, tapi tentu harus dilakukan secara beradab dan bertanggung jawab,” ujar H. Lalu Sajim kepada media, Senin (1/9/2029).

MAS menyatakan mendukung kebebasan berekspresi dan hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Namun, Haji Lalu Sajim menegaskan bahwa penyampaian tersebut harus dilakukan dengan cara yang beratika, berlandaskan hukum serta menjunjung tinggi nilai-nilai adat  yang berlaku di masyarakat.

“Demonstrasi tidak boleh menimbulkan kerugian bagi orang lain, tidak merusak fasilitas umum, apalagi sampai melakukan penjarahan,” tegasnya.

Menanggapi adanya penjarahan dalam aksi demonstrasi terakhir, MAS mengimbau agar massa yang merasa mengambil barang baik secara sengaja maupun tidak segera mengembalikannya.

“Kalau tidak bisa dikembalikan langsung ke pemilik, titipkan melalui aparat penegak hukum setempat. Ini penting agar citra perjuangan menyampaikan aspirasi tidak tercoreng,” ujar Miq  Sajim sapaannya.

MAS juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh adat, dan pemuda  untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan stabilitas di NTB. Miq Sajim menekankan pentingnya mendukung kinerja pemerintah dan aparat dalam menjaga keamanan daerah.

“Dukungan yang tulus dari masyarakat sangat penting agar aparat bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan adil,” katanya.

Khusus kepada kaum muda dan mahasiswa yang sering berada di garis depan dalam aksi-aksi demonstrasi, MAS menyampaikan pesan agar tetap menjaga etika, kedamaian dan fokus pada tujuan aspirasi,l, bukan terjebak dalam aksi-aksi destruktif.

“Jangan biarkan semangat perubahan rusak oleh pembakaran, perusakan, atau penjarahan. Mari jadi agen perubahan yang santun dan bermartabat,” tutupnya. (F3)

Ket. Foto:

Ketua Majelis Sasak, H. Lalu Sajim Sastrawan. (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Polda NTB Tangani Kasus Dugaan Penghinaan Gubernur NTB, Pelaku Reaktif Sabu dan Kejiwaannya Diperiksa

Mataram - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTB tengah menangani laporan dugaan penghinaan terhadap Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, yang dilakukan melalui media...

Gubernur NTB Turun Langsung Tinjau Lokasi Banjir, Prioritaskan Keselamatan Warga

Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, menunjukkan kepemimpinan tanggap dan sigap dalam menghadapi bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di...

Bule Mengamuk di Musala Gili Trawangan, Pengusaha dan Kadus Soroti Literasi Budaya hingga Legalitas Visa

Lombok Utara – Peristiwa seorang warga negara asing (WNA) asal Selandia Baru yang mengamuk di musala di Gili Trawangan, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara,...

Nasdem NTB Siap Lantik Kepengurusan Baru, Mori Hanafi: Mayoritas Kader Internal

Mataram - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah mempersiapkan pelantikan kepengurusan barunya yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Juli 2025...

BNNP NTB Tes Urin Pj Gubernur dan DPRD NTB, Wujud Komitmen Perangi Narkoba

Mataram – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengadakan tes urin bagi Penjabat Gubernur, Pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah...