Perluas Penerima Manfaat, Sosialisasi Program MBG di Lombok Terus Digencarkan 

Lombok Utara – Sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali hadir di Lombok untuk memperluas penerima manfaat. Program MBG dari Badan Gizi Nasional (BGN) ini bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat Indonesia secara umum, dan khususnya bagi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan menyusui, untuk mendukung visi lahirnya Indonesia Emas di tahun 2045.

Badan Gizi Nasional menggelar sosialisasi program MBG di GOR Gyfa Gondang, Lombok Utara pada Selasa (3/2). Sosialisasi program MBG perdana di Lombok tahun 2026 ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Muazzim Akbar, Camat Gangga Kabupaten Lombok Utara Mahgzan Zohdi, Tenaga Ahli Deputi Bidang Promosi dan Kerjasama Badan Gizi Nasional Teguh Supangardi.

Indonesia Emas 2045 tidak akan bisa terwujud jika kecerdasan anak bangsa tidak terwujud, dan untuk melahirkan anak-anak bangsa yang cerdas dibutuhkan pemenuhan gizi yang seimbang yang harus dimulai saat ini. Anggota Komisi IX DPR RI, Muazzim Akbar menyebut program strategis nasional ini menyangkut persoalan yang besar dan memang sudah menjadi tugas kewajiban negara ke masyarakat. 

“Presiden Prabowo menjadikan MBG sebagai program prioritas bukan karena tujuan politis, tetapi benar-benar ikhlas untuk menciptakan negara yang kuat, berdaulat, sejahtera, dan terpandang di mata internasional. Dan semua itu dimulai dari peningkatan kualitas manusia, yang harus dimulai dari peningkatan kualitas kecerdasan anak bangsa,” papar Muazzim Akbar.

“Negara ini sudah menciptakan program yang sudah seharusnya didukung penuh oleh rakyat Indonesia. Negara mengambil tanggung jawab sejak putra-putri bangsa masih dalam kandungan ibunya, disaat disusui, sampai selesai sekolah diberikan makan gratis yang bergizi oleh negara. Bahkan, bila sakit pun berobatnya akan ditanggung negara,” lanjutnya.

Melalui program MBG ini juga, pengaruhnya terhadap peningkatan tarap ekonomi masyarakat sangat besar, karena bahan-bahan yang dipakai harus memanfaatkan bahan-bahan sekitar, seperti sayur-mayur, buah-buahan, ikan, daging, ayam, dan bahan-bahan lainnya. 

Ketahanan pangan dan pemerataan akses gizi sangat penting, agar anak-anak bangsa bisa mendapatkan makanan bergizi tanpa sekat status ekonomi. Permasalahan yang dari dulu terjadi adalah kecukupan gizi yang terbatas berpengaruh terhadap kecerdasan siswa, jika orang tua miskin maka gizi anak kurang. Dengan adanya program MBG, ketimpangan seperti itu tidak diinginkan oleh Presiden Prabowo dimasa depan. (F*)

Ket. Foto: 

Kegiatan sosialisasi program MBG di Lombok Utara  dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Muazzim Akbar (Tengah) Camat Gangga Kabupaten Lombok Utara Mahgzan Zohdi (kanan) Tenaga Ahli Deputi Bidang Promosi dan Kerjasama Badan Gizi Nasional Teguh Supangardi (kiri). (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Meski Libur, BPN Kota Mataram Tetap Buka Layanan Pertanahan

Mataram — Libur Tahun Baru identik dengan waktu beristirahat dan berkumpul bersama keluarga. Namun, di tengah suasana tersebut, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Mataram...

NasDem NTB Panaskan Mesin Politik! Pelantikan Siap Digelar Megah 12 Juli Mendatang

Mataram — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2025–2030 bakal segera dilantik. Persiapan pelantikan disebut telah mencapai 95 persen...

Polresta Mataram Gelar Pasar Murah Beras di CFD, Jaga Stabilitas Harga Menjelang HUT RI ke-80

Mataram – Dalam rangka menjaga stabilitas harga beras sekaligus menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80, Polresta Mataram Polda NTB akan menggelar Operasi Pasar Murah...

PLN Tanam lebih dari 5.000 Pohon untuk Hijaukan Pesisir Lombok Timur 

Lombok Timur — PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) bersama PLN Group melaksanakan Program Roots of Energy sebagai langkah nyata dalam...

Kuasa Hukum Nilai Vonis Zaini Arony Tidak Adil dan Bertentangan dengan Fakta Persidangan

Mataram -  Penasihat hukum Dr. H. Zaini Arony, M.Pd., menilai putusan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Mataram dalam perkara dugaan korupsi pengelolaan lahan Lombok City...