Lombok Tengah – Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali digelar sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Lombok Tengah ini menghadirkan Anggota Komisi IX DPR RIMuazzim Akbaryang secara langsung memaparkan urgensi dan manfaat program tersebut bagi masyarakat.
Dalam pemaparannyaMuazzim Akbar menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah strategis pemerintah untuk menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan berdaya saing. Program inimenurutnyatidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak usia sekolahtetapi juga menjadi bagian dari upaya besar membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Program Makan Bergizi Gratis merupakan hasil kerja sama antara Komisi IX DPR RI dan Badan Gizi Nasional. Sosialisasi dilakukan secara masif hingga ke pelosok desatermasuk di seluruh wilayah Pulau Lombok. Anggaran besar dialokasikan kepada Badan Gizi Nasional untuk menjamin keberhasilan program ini demi kemajuan bangsa,” ujar Muazzim Akbar saat sosialisasikan MBG di Havara FutsalDusun Bareng UntungDesa BujakKec. Batukliang pada Senin(16/2).
Ia menekankan bahwa pemberian makanan bergizi adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakatkhususnya dalam menekan persoalan stunting. Menurutnyakeberhasilan program ini juga tidak terlepas dari peran aktif kader dan tenaga kesehatan di lapangan.
“Pemberian makanan bergizi adalah langkah nyata pemerintah untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Program ini juga merupakan bagian dari strategi nasional untuk menekan angka stunting melalui peran kader dan petugas kesehatan,” lanjutnya.
Selain berdampak pada peningkatan kualitas kesehatanMuazzim juga menyoroti sisi pemberdayaan ekonomi dari program MBG. Ia menjelaskan bahwa kehadiran satuan pelayanan di daerah akan menggerakkan roda perekonomian lokalmulai dari petanipeternakhingga pedagang bahan pangan di tingkat desa dan kecamatan.
“Program ini mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa melalui kemitraan dengan satuan pelayanan. Ekosistem perdagangan lokal seperti penjual berasikanayamdagingtelurhingga sayur-mayur akan semakin hidup. Permintaan bahan baku yang tinggi akan memacu pasar lokal berkembang secara mandiri,” tegasnya.
Lebih lanjutia berharap masyarakat dapat menangkap peluang tersebut dengan membuka usaha baru sebagai pemasok bahan pangansehingga tercipta ekosistem bisnis yang berkelanjutan di sekitar wilayah pelayanan program.
Dengan demikianProgram Makan Bergizi Gratis bukan sekadar bantuan sosialmelainkan strategi komprehensif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan dari tingkat desa. Sosialisasi ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman masyarakat serta mendorong partisipasi aktif dalam menyukseskan program nasional tersebut. (F*)
Ket. Foto:
Anggota Komisi IX DPR RIMuazzim Akbarsosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis di Lombok Tengah. (Ist)

