Mataram – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mengupayakan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor non Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Kepala Bapenda NTBdr. Herman Mahaputra atau dr. Jackmengatakan upaya tersebut menjadi fokus utama Bapenda untuk mengubah persepsi publik yang selama ini menilai Bapenda hanya sebagai pemungut PKB.
“Sekarang kita fokus mencari sumber-sumber PAD di luar PKB dengan memaksimalkan potensi daerah yang ada,” ujar dr. JackSelasa (3/2/2026)usai rapat bersama Sekda dan sejumlah kepala OPD lingkup Pemprov NTB.
Menurutnyapenggalian potensi PAD akan dilakukan melalui kolaborasi lintas OPD serta penyusunan feasibility study (FS) dan blue print sebagai dasar pengambilan kebijakan. Ia mencontohkan potensi sektor kelautan di kawasan Bangko-Bangko yang berada di jalur laut internasional dan dinilai mampu menyumbang PAD hingga triliunan rupiah jika dikelola optimal.
Selain ituBapenda juga menyoroti potensi bendungan di NTB yang dapat dikembangkan sebagai pembangkit listrik daerah. Dengan ribuan hektare bendunganpeluang peningkatan PAD dinilai cukup besardengan catatan adanya kepastian kerja sama dari PLN.
“Kalau ada kepastianinvestor akan datang. Kita tidak bisa hanya bekerja normatif dan bergantung pada PKB,” pungkasnya. (F3)
Ket. Foto:
Kepala Bapenda NTBdr. Herman Mahaputra. ()

