Cegah PMI Ilegal, Muazzim Akbar : Cabut Moratorium Arab Saudi

Mataram – Anggota Komisi IX DPR RI Dapil NTB IIH. Muazzim Akbarmenegaskan bahwa pencabutan moratorium penempatan Pekerja Migran Indonesia ke Arab Saudi menjadi salah satu kunci utama untuk menekan maraknya keberangkatan PMI ilegal dari Nusa Tenggara Barat. Hal itu disampaikan dalam kunjungan kerja Panja Komisi IX DPR RI di Hotel Lombok AstoriaMataramKamis (20/11/2025).

Menurut Muazzimmoratorium yang berlaku sejak 2017 inimenciptakan celah yang dimanfaatkan jalur-jalur nonprosedural. Minat masyarakat NTB untuk bekerja di negara-negara Timur Tengah tetap tingginamun peluang resmi hampir tidak tersedia. Ketidakseimbangan inilah yangmenurutnyamendorong warga memilih jalur ilegal demi mengejar kesempatan kerja.

“Moratorium yang tidak kunjung dicabut membuat banyak calon PMI tidak punya pilihan selain berangkat secara ilegal,” ujarnya.

Selain ituproses pra-penempatan yang panjang juga menjadi salah satu alasan masyarakat memilih jalur nonprosedural. Ia menjelaskanmulai dari pendaftaran hingga penerbitan paspor saja dapat memakan waktu sekitar satu bulan. Proses berikutnyayakni pengurusan visa kerjamemerlukan waktu minimal satu bulan lagibelum termasuk masa tunggu penempatan setelah visa diterbitkan.

“Jika melalui jalur resmimereka membutuhkan waktu minimal tiga bulan. Ini membuat masyarakat berpikir jalur resmi terlalu panjang,” paparnya. 

Muazzim Akbar juga mendorong agar LTSA NTB diaktifkan kembali,  keberadaan layanan terpadu tersebut dinilainya sangat penting dalam mempercepat proses administrasi calon PMI. 

“Jika LTSA diaktifkan kembaliproses pemberangkatan PMI bisa lebih cepat dan terkoordinasi,” tegasnya. 

Muazzim juga menyebut faktor banyaknya PMI ilegal disebabkan oleh persoalan di negara penempatan. Ia mencontohkan masih banyak PMI di Malaysia yang melarikan diri dari majikan dan akhirnya masuk daftar hitam (blacklist). 

“Mereka kemudian kesulitan kembali bekerja melalui jalur resmi sehingga memilih cara ilegal untuk bisa kembali ke Malaysia,” paparnya.

Dengan menyoroti berbagai faktor terjadinya PMI nonproseduralMuazzim mendorong pemerintah agar segera mengambil langkah konkret demi memberikan akses kerja yang amanlegaldan sesuai prosedur bagi masyarakat NTB. (F3) 

Ket. Foto:

Kegiatan kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) Komisi IX DPR RI ke Provinsi NTB yang digelar di Hotel Lombok AstoriaMataram. ()

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Pj Bupati Lobar Tekankan Perizinan di Lombok Barat Harus Cepat dan Akurat

Lombok Barat - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar monitoring dan evaluasi terhadap rangkaian proses perizinan di daerah tersebut. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu5 Februari...

Mantap! NTB Raih Tiga Apresiasi Kemendagri, Kebijakan Publik Makin Berdampak

Jakarta — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat meraih tiga apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atas kebijakan dan pelaksanaan program yang dinilai memiliki keberpihakan...

Gempur Rokok Ilegal, Lombok Barat Intensifkan Operasi Pasar 

Lombok Barat - Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terus memperkuat komitmennya dalam memberantas peredaran rokok illegal di wilayahnyadengan mengintensifkan pelaksanaan operasi pasar pemberantasan rokok tembakau...

SMSI NTB Ajak Masyarakat Tangkal Berita Hoaks

Mataram - Maraknya penyebaran berita hoaks di era digitalmenjadi perhatian serius Serikat Media Siber Indonesia Nusa Tenggara Barat (SMSI NTB). Dalam acara Bincang Santai...

Warga Kabul Geruduk DPRD NTB, Desak Perbaikan Dam Pengga-Sungai Kending Sampi

Mataram - Belasan warga Desa KabulKecamatan Praya Barat DayaLombok TengahNusa Tenggara Barat (NTB) mendatangi kantor DPRD NTB. Mereka mendesak agar das Bendungan Pengga (hilir)...