Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) meminta dukungan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) terhadap rencana transformasi Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) menjadi institusi pendidikan vokasi berbasis sekolah kedinasan dengan skema ikatan dinas. Sekretaris Jenderal (Sekjen) ATR/BPN mengatakanlangkah ini penting untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pertanahan dan tata ruang.
“Transformasi ini merupakan langkah strategis untuk memastikan ketersediaan SDM pertanahan dan tata ruang yang tidak hanya kompeten secara teknistetapi juga berintegritas serta siap kerja sejak awal. Oleh karena itukami mohon dukungan Pimpinan dan seluruh Anggota Komisi II dalam transformasi STPN menjadi ikatan dinas,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) ATR/BPNDalu Agung Darmawandalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RIdi Gedung Nusantara DPR RIJakartaSelasa (14/04/2026).
Dalu Agung Darmawan menjelaskantransformasi kelembagaan STPN telah ditetapkan melalui Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 4 Tahun 2026 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Agraria STPN. Melalui kebijakan itudilakukan penataan program studitermasuk penghentian program Diploma I serta penguatan program Sarjana Terapan yang lebih relevan dengan kebutuhan sektor pertanahan dan tata ruang.
Menurutnyakebutuhan SDM di bidang pertanahan saat ini masih sangat besarkhususnya pada Jabatan Fungsionalseperti Penata PertanahanPenata Kadastraldan Penata Ruang. “Kami mencatat masih terdapat kesenjangan signifikan antara kebutuhan dan ketersediaan SDM. Pada jabatan Penata Pertanahandari kebutuhan lebih dari 21.000 formasibaru sekitar 4.800 yang terpenuhi,” ungkap Dalu Agung Darmawan.
Dari sisi kapasitasPoliteknik Agraria STPN dinilai siap mendukung transformasi tersebut. Institusi ini didukung oleh puluhan dosen dan ratusan tenaga kependidikanserta fasilitas pembelajaran yang memadaiseperti laboratorium sistem informasi geografis (SIG)fotogrametrikartografibahasadan alat ukur. Selain itusistem pendidikan berbasis asrama juga diterapkan untuk membentuk karakter disiplin dan integritas peserta didik.
Dilihat dari kinerja pengelolaan anggaran dalam tiga tahun terakhir juga menunjukkan hasil positif dengan realisasi di atas 97%. Hal ini mencerminkan kesiapan Politeknik Agraria STPN dalam bertransformasi menjadi sekolah kedinasan yang modern dan terstandar.
Menanggapi hal tersebutWakil Ketua Komisi II DPR RIAria Bimamenegaskan pentingnya persiapan yang matang serta koordinasi lintas kementerian/lembaga sebelum transformasi dilakukan. “Kementerian ATR/BPN perlu mempersiapkan usulan ini secara komprehensif dan terus berkoordinasi dengan Kementerian PANRB serta instansi terkait,” ujarnya.
Adapun RDP ini dipimpin oleh Ketua Komisi II DPR RIM. Rifqinizamy Karsayuda. Hadir mengikuti jalannya rapatperwakilan kementerian/lembaga terkait serta sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN. (*)
Ket. Foto:
Kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RIdi Gedung Nusantara DPR RIJakarta. (Ist)

