Lombok Barat – Total sebanyak 1.148 orang Narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat resmi mendapatkan pengurangan masa pidana (PMP) atau remisi khusus pada Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri Tahun 2025.
Adapun rinciannyasebanyak 76 orang narapidana beragama Hindu mendapatkan remisi khusus (RK) Hari Raya Nyepi. Sedangkan 1.072 orang narapidana beragama Islam mendapatkan remisi khusus (RK) Hari Raya Idul Fitri.
Penyerahan remisi ini dilakukan secara serentak oleh seluruh Lapas dan Rutan se-Indonesia yang terhubung secara virtual pada Jumat(28/3) termasuk pada Lapas Lombok Barat.
“Alhamdulillahada dua orang langsung bebas (RK-II)satu dari narapidana yang beragama Islam akan bebas langsung saat Hari Raya Idul Fitri dan satunya dari yang Hindu akan bebas saat Hari Raya Nyepi nanti,” terang Kepala Lapas Kelas IIA Lombok BaratM Fadli usai kegiatan penyerahan SK secara simbolis padaJum’at (28/03/2025)
Adapun besaran remisi yang didapatkan mulai dari 15 harisatu bulansatu bulan 15 haridan dua bulan.
Kalapas merinci dari 1.148 orang yang diusulkan mendapat remisi 15 Hari sebanyak 190 orang1 bulan ada 832 orang1 bulan 15 hari ada 107 orang serta 2 bulan ada 18 orang.
“Tidak ada pengecualianasalkan memenuhi syarat (sesuai UU)pasti diusulkanseluruh proses pengusulan juga menggunakan SPPN yang setiap WBP dipantau oleh Wali Pemasyarakatan dan dilakukan penilaian asesmen resiko oleh Asesor Pemasyarakatan,” tegas Fadli.
Syarat warga binaan yang diusulkanlanjut Fadlimerupakan warga binaan yang telah menunjukkan perubahan sikap dan perilaku ke arah lebih baik selama menjalani masa hukumanaktif mengikuti program pembinaantelah menunjukkan penurunan tingkat risiko selama menjalani pidana hingga telah memenuhi syarat administratif dan substansif.
Pemberian remisi khusus Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri tahun 2025 diharapkan menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus menjadi manusia yang lebih baikmemperbaiki diridan meningkatkan kapasitas dan tetap aktif mengikuti seluruh pembinaan dengan baik.
“Sehingga ketika nanti ketika kembali ke tengah masyarakat(warga binaan) kami bisa lebih aktif dan produktif,” ucapnya.
Sementara ituMenteri Imigrasi dan PemasyarakatanAgus Andrianto dalam sambutannya secara daring menegaskan bahwa meskipun penyerahan remisi dilakukan serentak pada hari ininamun penerapan remisi tersebut tetap mengikuti tanggal perayaan hari raya yang telah ditetapkan oleh pemerintah. (F2)
Ket. Foto:
Kepala Lapas Kelas IIA Lombok BaratM Fadli menyerahkan SK Remisi secara simbolis kepada salah seorang warga binaan. (Ist)


