Darurat Sampah, LAZ Siapkan Solusi Strategis

Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kabupaten Lombok Barat, dan Kota Mataram mengambil langkah serius dalam menangani krisis sampah yang kian mengkhawatirkan. Bertempat di ruang kerja Gubernur NTB, Senin (5/5), digelar rapat penting yang dihadiri oleh Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini, serta sejumlah pejabat daerah dan instansi terkait.

Permasalahan utama yang dibahas adalah kondisi darurat sampah di wilayah NTB akibat penuhnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok yang selama ini menjadi pusat pembuangan bagi sampah dari Kota Mataram dan Lombok Barat.

Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah solusi strategis. Untuk jangka menengah, Pemkab Lobar tengah melakukan uji coba pengolahan sampah ramah lingkungan di tingkat hulu sebelum dikirim ke TPA.

"Kami sedang mengolah 20 ton sampah per hari bersama akademisi untuk menghasilkan kompos dan pupuk cair organik. Ini akan mengurangi volume sampah ke TPA," ujarnya.

LAZ juga menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah, terutama dengan membiasakan diri memilah sampah dari rumah. "Kolaborasi semua pihak sangat penting. Mari kita biasakan memilah sampah agar memudahkan proses daur ulang dan pengolahan," imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan bahwa pemerintah provinsi bersama pemkab dan pemkot telah menemukan lokasi baru untuk Tempat Pembuangan Sementara (TPS) guna mengatasi krisis dalam jangka pendek. "Kami juga tengah memperluas area di TPA agar bisa menampung lebih banyak sampah, sambil menyiapkan infrastruktur yang lebih permanen," jelasnya.

Untuk jangka panjang, Gubernur Iqbal menyampaikan rencana penerapan teknologi Waste to Energy (WtE), yaitu mengubah sampah menjadi sumber energi. "Ini adalah langkah besar menuju NTB yang mandiri dan bersih, sejalan dengan kebijakan nasional yang tidak lagi mengizinkan pembangunan TPA baru mulai tahun 2030," tegasnya.

Dengan kolaborasi lintas wilayah dan penerapan teknologi berkelanjutan, Pemerintah NTB berharap krisis sampah saat ini dapat segera teratasi dan menjadi momentum memperbaiki sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh. (F2)

Ket. Foto:
Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Ketua DPRD NTB Dukung Perampingan OPD untuk Efisiensi Anggaran dan Kinerja Lebih Lincah

Mataram - Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda memberikan pandangannya terkait rencana perampingan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) oleh Gubernur NTB H. Lalu Muhammad...

“Gak Perlu Diet, Makan Saja” — Tafsir atas Kesederhanaan dan Makna Hidup

Catatan Agus K Saputra :  Pemerhati Sosial, Ekonomi dan BudayaAda momen ketika keheningan berbicara lebih nyaring daripada kata-kata. Itulah yang saya rasakan ketika seorang...

Kantor Pertanahan Kota Mataram Gelar Mediasi Sengketa Pendaftaran Tanah

Mataram – Kantor Pertanahan Kota Mataram melalui Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa (PPS) melaksanakan mediasi terkait permasalahan sengketa dalam proses pengurusan sertipikat pendaftaran tanah...

Perluas Penerima Manfaat, Sosialisasi Program MBG di Lombok Terus Digencarkan 

Lombok Utara – Sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali hadir di Lombok untuk memperluas penerima manfaat. Program MBG dari Badan Gizi Nasional (BGN)...

Hadiri Musrenbang,  Mendagri Dorong Pertumbuhan Ekonomi NTB 

Mataram - Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Prof Dr H Muhammad Tito Karnavian menyoroti pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang turun dengan meminta...