Kemeterian ATR/BPN Tegaskan Pendaftaran Tanah Ulayat Bukan untuk Jadikan Tanah Adat sebagai Tanah Negara

Kampar – Staf Khusus Menteri Bidang Reforma Agraria pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)Rezka Oktoberiamenegaskan bahwa program pendaftaran tanah ulayat tidak bertujuan mengubah status tanah adat menjadi tanah negara. Sebaliknyapengadministrasian tanah ulayat merupakan bentuk kehadiran negara untuk memberikan perlindungan hukum terhadap hak-hak masyarakat hukum adat. 

“Pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN menegaskan bahwa tidak ada niat atau kebijakan untuk menjadikan tanah ulayat sebagai milik negaramaupun memfasilitasi kepentingan investor dengan mengesampingkan kepentingan masyarakat. Tujuan utamanya adalah melindungi kepentingan masyarakat adat kita selaku pemilik tanah. Jadisama sekali tidak ada tujuan untuk menghilangkan hak adat,” ujar Rezka Oktoberia saat Kunjungan Lapangan dan Monitoring Pendaftaran Tanah Ulayat di Desa Gunung SahilanKabupaten KamparKamis (09/07/2026).

Rezka Oktoberia menjelaskanpendaftaran tanah ulayat merupakan upaya menyelaraskan hukum adat dengan sistem hukum pertanahan nasional tanpa menghilangkan nilai-nilai adat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Pendaftaran tanah jadi wujud kehadiran negara dalam memastikan hak masyarakat adat tetap terlindungi sekaligus menjawab kebutuhan hukum di masa kini.

Keputusan untuk mendaftarkan tanah ulayat sepenuhnya berada di tangan masyarakat adat sebagai pemegang hak. “Pendaftaran Tanah Ulayat adalah hakbukan kewajiban. Negara harus memastikan bahwa warisan leluhur tetap terjaga dan tidak tergerus oleh zaman,” tuturnya.

Tanah ulayat yang sudah terdaftar dan tersertipikasi bisa memberikan banyak manfaat bagi masyarakat hukum adat. Selain memberikan kepastian hukumpendaftaran tanah juga berfungsi melindungi aset masyarakat hukum adatmencegah sengketa dan konflik akibat tumpang tindih klaimserta menjaga agar tanah ulayat tidak hilang atau beralih secara tidak sah di masa mendatang.

Rezka Oktoberia menyebuttanah ulayat merupakan tanah dengan gabungan nilai ekonomi sekaligus nilai sosialbudayadan spiritual yang menjadi bagian dari identitas masyarakat hukum adat. Oleh karena ituperlindungan hukum atas tanah ulayat sangatlah penting agar hak atas tanah tetap terjaga hingga generasi mendatang. “Pendaftaran tanah ulayat ibarat benteng. Benteng yang memastikan tanah itu tetap menjadi milik masyarakat adat. Bukan hanya hari initapi juga untuk anak cucu di masa depan,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Kantor Wilayah BPN Provinsi RiauKantor Pertanahan Kabupaten Kamparpemerintah daerahninik mamaktokoh adatdan masyarakat hukum adat. Selain meninjau lokasi tanah ulayat di Desa Gunung Sahilanseluruh pihak juga berdialog untuk menyamakan pemahaman mengenai batas wilayah adatstatus tanah ulayatserta langkah-langkah percepatan pendaftaran tanah ulayat tersebut. (*)

Ket. Foto: 

Staf Khusus Menteri Bidang Reforma Agraria pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)Rezka Oktoberiadan jajarannya saat Kunjungan Lapangan dan Monitoring Pendaftaran Tanah Ulayat di Desa Gunung SahilanKabupaten KamparKamis (09/07/2026). (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Muslimehelfen dan YKMI Salurkan Bantuan Sembako Ramadhan untuk Warga Lombok

Dalam rangka menyambut bulan suci RamadhanYayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI) dengan dukungan dari Muslimehelfenlembaga kemanusiaan asal Jermanmenyalurkan 500 paket sembako kepada warga di beberapa...

Perkuat Ketahanan Sistem Kelistrikan, PLN UIW NTB Intensifkan Pemeliharaan Preventif di Tanjung

Lombok Utara  - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat melalui pelaksanaan...

Tri Hubungkan 95% Masyarakat Lombok ke Dunia Digital, Sinyal Cepat dan Lebih Hemat

Mataram - Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand Tri terus memperkuat komitmennya dalam memperluas jangkauan dan kualitas jaringan di seluruh Indonesiatermasuk di...

Evaluation Desk Kantor Pertanahan Kota Mataram Menuju Predikat WBBM

Mataram – Kantor Pertanahan Kota Mataram melaksanakan kegiatan Evaluation Desk sebagai bagian dari upaya pembangunan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan...

Bawaslu NTB Pastikan Sengketa Pilkada Kota Bima Selesai, Pelantikan Masih Menunggu Kepastian

Mataram - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan bahwa sengketa terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bima telah resmi diputuskan. Meskipun...