Tolak Hasil Verifikasi, 6 Balon Kades Berinding Siap Gempur Kantor Desa

Lombok Tengah – Suhu politik di Desa Berinding, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, semakin memanas menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2025. Enam bakal calon (balon) Kepala Desa yang tidak lulus verifikasi perbaikan syarat dukungan berencana menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di kantor desa setempat. Mereka menuntut panitia Pilkades diganti karena dinilai tidak transparan dan tidak netral dalam proses verifikasi.

"Insya Allah besok pagi (Minggu), kami bersama tim dan pendukung akan melakukan aksi unjuk rasa. Kami meminta panitia Pilkades diganti karena kinerjanya buruk," ujar Muhammad Saofi, salah satu balon yang tidak lulus, Sabtu (25/1).

Saofi menuding panitia Pilkades "masuk angin" dan bermain mata dengan pihak tertentu. Ia mengklaim proses verifikasi sejak awal hingga tahap perbaikan syarat dukungan dilakukan tanpa transparansi, sehingga menimbulkan kecurigaan.

Dari total DPT (Daftar Pemilih Tetap) Desa Berinding sebanyak 3.816, setiap balon diwajibkan mengumpulkan dukungan minimal 12 persen atau 459 KTP. Dari delapan balon yang mendaftar, hanya dua yang lolos: Badri Tahir (15,02 persen dukungan) dan Agus Agrianto (16,06 persen).

Namun, menurut Saofi, jumlah total dukungan yang memenuhi syarat dari delapan balon hanya 3.136 KTP, jauh di bawah jumlah DPT. Ia mempertanyakan ke mana ratusan KTP yang telah diserahkan tetapi dianggap tidak sah.

"Kalau kita bagi rata 700 KTP itu kepada enam balon, masing-masing bisa mendapat 100 KTP tambahan dan lolos verifikasi. Tapi faktanya, semua dianggap tidak memenuhi syarat," tegas Saofi.

Rencana Aksi dan Petisi Penolakan
Enam balon yang tergabung dalam Aliansi Bakal Calon Kepala Desa Berinding telah menghimpun petisi dari tokoh masyarakat di seluruh dusun untuk menolak hasil verifikasi dan menuntut pengulangan proses tahapan pencalonan.

"Jika tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan melanjutkan gugatan hingga ke pengawas tingkat Kecamatan dan Kabupaten," kata Saofi. Ia menegaskan, ketidaktransparanan ini mencederai demokrasi di Desa Berinding.

Sementara, Panitia Pilkades Berinding Ahmad Yasin, yang dikonfirmasi melalui Whatsapp, membenarkan informasi akan adanya unjuk rasa balon kades yang tidak lulus verifikasi tersebut. "Informasinya seperti itu,"

Terkait dugaan kecurangan proses verifikasi, ia menegaskan bahwa pihaknya sudah bekerja sesuai prosedur. "Pada dasarnya panitia sudah melakukan semua tahapan sesuai dengan aturan," pungkasnya.

Desa Berinding adalah salah satu dari 24 desa di Lombok Tengah yang akan menggelar Pilkades serentak pada 2025. Konflik ini menjadi perhatian, mengingat Pilkades adalah tonggak demokrasi di tingkat desa yang seharusnya berjalan jujur dan adil. (F3)

Ket. Foto:
Suasana verifikasi bakal calon kepala Desa Berinding, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Barat. (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Pemprov NTB Resmi Luncurkan Desa Berdaya, Targetkan Kemiskinan Ekstrem Nol Persen 2029

Lombok Barat - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi meluncurkan program Desa Berdaya sebagai langkah strategis untuk mengentaskan kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem yang...

Dirut PLN Pimpin Siaga Tahun Baru 2026, PLN UIW NTB Pastikan Kelistrikan Andal

Mataram - Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, memimpin langsung Apel Siaga Kelistrikan Tahun Baru 2026 secara daring pada Rabu (31/12/2025). Kegiatan ini...

KR BNN Didorong Jadi Lokomotif Pertumbuhan Indonesia Timur

Mataram - Kolaborasi Bali–NTB–NTT diharapkan menjadi model kerja sama regional yang produktif di Indonesia dengan mendorong kawasan Bali-Nusra sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi, pusat pariwisata...

Gubernur NTB Turun Langsung Tinjau Lokasi Banjir, Prioritaskan Keselamatan Warga

Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, menunjukkan kepemimpinan tanggap dan sigap dalam menghadapi bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di...

Pidato Perdana di Paripurna DPRD, Lalu Muhammad Iqbal Sampaikan Visi Misi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB masa bakti 2025 – 2030

Mataram - Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal dalam pidato perdananya di Rapat Paripurna DPRD NTB, Rabu, (5/3/25) menyampaikan Visi Misi Gubernur dan Wakil...