Komisi II Soroti Kualitas Pariwisata NTB dalam LKPJ Gubernur 2025

Mataram – Komisi II DPRD Provinsi NTB memberikan sejumlah catatan kritis terhadap kinerja Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun 2025.

Pandangan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD NTBDr. Hj. Megawati Lestarisaat membacakan laporan komisi II terhadap LKPJ Gubernur 2025  dalam rapat paripurna DPRD yang digelar pada Selasa(21/4/26).

Dalam penyampaiannyaMegawati mengakui capaian Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif secara angka terlihat menggembirakan. Kunjungan wisatawan melampaui targetkontribusi ekonomi kreatif meningkatserta serapan anggaran tercatat tinggi.

“Namun kami tegaskanangka tinggi tidak identik dengan kualitas,” ujar Megawati.

Menurutnyasektor pariwisata NTB masih bergerak di permukaan. Rata-rata lama tinggal wisatawan yang hanya berkisar 1,5 hingga 1,8 hari menunjukkan bahwa dampak ekonomi belum optimal. Kondisi ini berimplikasi pada rendahnya belanja wisatawan dan terbatasnya nilai tambah bagi perekonomian lokal.

Komisi II juga menyoroti belum meratanya pertumbuhan destinasi wisata. Aktivitas pariwisata dinilai masih terkonsentrasi di kawasan Gili Tramena (Gili TrawanganGili MenoGili Air) dan Mandalikasementara wilayah lain relatif tertinggal.

Khusus di Gili TramenaKomisi II mencatat adanya persoalan strategis terkait ketidakjelasan serta dinamika status kawasan lindung dan konservasi. Situasi tersebut dinilai menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku usahamasyarakatmaupun investor.

“Di satu sisi kita mendorong pariwisata berkualitasnamun di sisi lain kepastian hukum dan tata ruang belum tuntas,” tegasnya.

Menurut Komisi IIpersoalan tersebut bukan sekadar isu administratif atau lingkunganmelainkan menyangkut keberlanjutan destinasi unggulan NTB. Tanpa kepastian hukuminvestasi dan keberlangsungan sektor pariwisata berpotensi terancam.

Selain ituNTB dinilai masih menjadi destinasi lanjutan dari Balibukan tujuan utama wisatawan. Lemahnya konektivitas antarwilayahkhususnya Lombok–Sumbawa–Bimabelum terkurasi optimalnya destinasi alternatifserta standar layanan yang belum kompetitif menjadi tantangan serius. Di sisi lainekonomi kreatif juga belum sepenuhnya menjadi motor penggerak nilai tambahkarena produk lokal masih berada di pinggiran rantai nilai pariwisata.

Komisi II menilaijika kondisi tersebut dibiarkancapaian kinerja hanya akan menjadi angka tanpa makna substantif bagi kesejahteraan masyarakat.

Sebagai tindak lanjutKomisi II DPRD NTB merekomendasikan tujuh langkah strategis. Pertamamenggeser fokus pembangunan dari kuantitas kunjungan menuju kualitasdengan indikator utama lama tinggalbelanja wisatawandan dampak ekonomi riil. 

Keduamempercepat kejelasan status kawasan Gili Tramena melalui koordinasi lintas sektor dan pemangku kepentingan.Ketigamembangun model pariwisata berbasis konservasi yang tegas dan berkelanjutan. 

Keempatmengembangkan pariwisata terintegrasi Lombok–Sumbawa–Bima dengan dukungan konektivitas serta pemerataan event. Kelimamenertibkan dan meningkatkan standar usaha serta legalitas pelaku pariwisata.

Selanjutnyakeenammenjadikan ekonomi kreatif sebagai motor utama penciptaan nilai tambah. Ketujuhmemperkuat perencanaan berbasis data dan evaluasi berbasis dampak.

Komisi II menegaskanNTB tidak hanya membutuhkan pariwisata yang ramai secara angkatetapi pariwisata yang memiliki arah yang jelasnilai ekonomi yang kuatserta berkelanjutan dalam jangka panjang. (F*)

Ket. Foto: 

Wakil Ketua Komisi II DPRD NTBDr. Hj. Megawati Lestarimembacakan laporan Komisi II terhadap LKPJ Gubernur Tahun 2025 dalam rapat paripurna DPRD NTB. (/fit)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Closing Ceremony FORNAS VIII NTB Siap Digelar, Band Slank dan Kotak Siap Guncang Mataram 

Mataram - Persiapan menuju acara penutupan Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII Tahun 2025 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dipastikan telah matang. Hal...

Gubernur NTB Lantik Komisioner KI 2026–2030, Perkuat Transparansi dan Pelayanan Informasi Publik

Mataram – Gubernur NTB,  Lalu Muhamad Iqbalresmi melantik lima anggota Komisi Informasi Provinsi Nusa Tenggara Barat (KI NTB) periode 2026–2030Kamis (26/2/2026). Pelantikan ini menjadi...

PLN UIW NTB Tegaskan Komitmen pada Energi Bersih dan Keselamatan Kerja

Mataram  – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) terus memperkuat perannya tidak hanya sebagai penyedia energi listrik andaltetapi juga...

Libur Lebaran, Polresta Mataram Intensifkan Patroli di Lokasi Wisata Favorit

Mataram – Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama libur Lebaran serta menjelang perayaan Lebaran Topatjajaran Sat Samapta Polresta Mataram intensif...

Bongkar 61 Kasus Narkoba, Polda NTB Amankan 8,3 Kg Sabu dan 86 Tersangka

Mataram– Dalam kurun waktu 26 Juni hingga 22 Juli 2026Polda NTB bersama polres jajarannya  berhasil mengungkap 61 kasus tindak pidana narkotika dengan 86...