Pamobvit Polda NTB Matangkan Sistem Keamanan, Cipta Kondisi Jelang MotoGP Mandalika

Lombok Tengah — Menyongsong gelaran akbar MotoGP Mandalika 2025, Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda NTB bergerak cepat memastikan kesiapan keamanan di kawasan strategis. Direktur Pamobvit Polda NTB Kombes Pol. I Wayan Winaya, S.I.K., M.H., Kamis (11/9/2025), memimpin langsung kegiatan Risk Assessment Sistem Manajemen Pengamanan di dua hotel ternama dalam kawasan KEK Mandalika, yakni Pullman Lombok Merujani Mandalika Beach Resort dan Novotel Lombok Resort and Villa.

Kombes Pol. I Wayan Winaya menegaskan, kegiatan tersebut sebagai langkah cipta kondisi (cipkon) guna memberikan rasa aman, nyaman, dan terpercaya bagi tamu serta wisatawan yang akan hadir di Mandalika.

“Kami melakukan penilaian menyeluruh mulai dari infrastruktur, sistem keamanan, hingga aspek kesehatan dan food security. Tujuannya agar semua standar pengamanan sesuai dengan kebutuhan internasional, mengingat MotoGP akan mendatangkan tamu penting dari berbagai negara,” jelasnya.

Di Pullman Lombok, kegiatan dimulai pukul 09.00 Wita dengan sambutan dari Manager Pullman, Muh. Muchlis, dilanjutkan sambutan Dirpamobvit selaku Ketua Tim Risk Assessment. Setelah menerima paparan company profile, tim kemudian mengisi checklist risk assessment yang meliputi identifikasi objek, analisis risiko, hingga mitigasi dan pemantauan.

Sekitar pukul 11.00 Wita, tim melakukan pemantauan lapangan dengan fokus pada keamanan, keselamatan, kesehatan, serta sistem pengamanan hotel.

Sementara di Novotel Lombok Resort and Villa, rangkaian serupa dilaksanakan mulai pukul 13.00 Wita. Sambutan pembukaan diberikan Eksekutif Asisten Manager Franklin, kemudian dilanjutkan paparan company profile oleh HRD Novotel, Devi Rahmasari.

Usai pengisian checklist, tim melakukan peninjauan area hotel pukul 15.00 Wita hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 16.00 Wita.

Dalam kegiatan tersebut, Kombes Pol. I Wayan Winaya didampingi Wakil Ketua Tim Kompol Miftahul Ahyar, S.I.K., dan Kabag Binopsnal Ditpamobvit Kompol Abdurrahman, S.Sos., yang juga bertindak sebagai Auditor Sispamobvitnas.

Menurutnya, seluruh tahapan risk assessment yang dilakukan akan menjadi dasar penyusunan strategi pengamanan terpadu.

“MotoGP Mandalika adalah wajah NTB dan Indonesia di mata dunia. Karena itu, setiap hotel, resort, dan fasilitas pendukung harus memiliki standar keamanan yang tinggi. Kami akan terus berkoordinasi dengan manajemen hotel dan seluruh stakeholder, agar event ini berjalan sukses dan zero incident,” tegasnya.

Kegiatan berakhir sore hari dengan catatan penting yang akan segera ditindaklanjuti tim pengamanan, memastikan Mandalika benar-benar siap menjadi tuan rumah ajang balap motor paling bergengsi di dunia. (F2)

Ket. Foto:

Risk Assessment Sistem Manajemen Pengamanan MotoGP di kawasan KEK Mandalika. (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Pemprov NTB Dorong Pedoman Mediasi Sosial untuk Mencegah Konflik Pernikahan Beda Agama

, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong penyusunan pedoman mediasi sosial sebagai acuan penyelesaian sengketa yang timbul akibat pernikahan beda agama....

Pengisian Jabatan di Lombok Barat Diduga Bermuatan Politik Praktis

Lombok Barat – Sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda pertanyakan integritas Pj. Bupati Kabupaten Lombok Barat terkait dengan pengusulan sejumlah nama Hasil Seleksi Terbuka Jabatan...

DPRD NTB Mendukung Penuh Tuntutan Forum CPPPK Terkait Penundaan Pengangkatan PPPK 2024

Mataram – DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) dari menyatakan dukungan penuh terhadap tuntutan aksi damai yang disampaikan oleh Forum Aliansi Calon Pegawai Pemerintah dengan...

Danantara Bersama BUMN Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Pemulihan Pascabencana di Aceh

Aceh — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersama belasan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) termasuk PT PLN (Persero) menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk...

Anggota Komisi V DPRD NTB Tanggapi Kasus Viral Pasien Y yang Pulangkan Mayat Janin dengan Taksi Online

Mataram - Anggota Komisi V DPRD NTB, H.M. Jamhur, memberikan tanggapan terkait kasus viral pasien berinisial Y yang terpaksa memulangkan mayat janinnya dari RSUD...