Mendagri Imbau  Pemerintah Daerah Jaga  Situasi Kondusif dan Damai

Lombok Barat  – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mengikuti arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian terkait perkembangan situasi terkini melalui rapat koordinasi pengendalian inflasi yang digelar di Ruang Jayengrana Kantor Bupati Lombok Barat. 

Kegiatan yang dilaksanakan secara video conference (daring), pada Selasa, (02/09) ini dihadiri Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Wakil Bupati Hj. Nurul Adha (UNA), Sekda Lobar H. Ilham, para asisten, staf ahli, kepala OPD, kepala bagian, perwakilan Forkopimda, serta Badan Pusat Statistik (BPS) Lombok Barat.

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian mengimbau seluruh kepala daerah dan pejabat negara untuk menghindari gaya hidup berlebihan atau pamer kemewahan, terutama di tengah situasi sosial yang sensitif akibat demonstrasi di sejumlah daerah. Ia menekankan bahwa pejabat publik harus menjadi teladan dalam menjaga citra dan kepercayaan masyarakat. 

“Jangan sampai ada flexing kemewahan, baik pejabat maupun keluarga pejabat, karena tindakan pamer kemewahan dapat menimbulkan provokasi di tengah masyarakat,” tegas Tito.

Mendagri juga menyoroti potensi media sosial, khususnya TikTok, yang sering dimanfaatkan sebagai medium provokasi dan bahkan digunakan untuk menyiarkan langsung aksi penjarahan. “Menjarah juga ada yang live, dan live-nya pakai TikTok. Situasi ini gampang sekali memicu masyarakat untuk terprovokasi,” tambahnya.

Selain isu sosial, Tito menekankan pentingnya pengendalian inflasi di setiap daerah. Pemerintah daerah diminta memperkuat koordinasi dengan stakeholder terkait, termasuk Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok.

Menindaklanjuti arahan Mendagri, Sekda Lobar H. Ilham, menjelaskan bahwa Pemkab Lombok Barat melalui TPID terus menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai kecamatan. Kegiatan ini bertujuan memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau dan menekan laju inflasi. 

“Keberhasilan pengendalian inflasi membutuhkan kerja sama seluruh perangkat daerah dan dukungan masyarakat. Dengan keterbukaan informasi serta langkah nyata seperti GPM, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Ilham.

Sekda juga menekankan peran komunikasi publik dalam menjaga stabilitas situasi. Diskominfotik Lombok Barat diminta untuk terus menyebarluaskan informasi positif agar masyarakat tidak terpengaruh isu yang dapat menimbulkan keresahan.

Rapat koordinasi ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut sebagai upaya konkret menekan angka inflasi di Lombok Barat. (F2)

Ket. Foto:

Pemkab Lombok Barat mengikuti arahan Mendagri yang digelar secara daring. (Ist) 

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Tarian Kolosal “Tembolak Beak” NTB Siap Pukau Istana Negara di HUT RI ke 80

Jakarta -Sebanyak 218 personel tim kesenian Nusa Tenggara Barat (NTB) sukses memukau Istana Negara Jakarta dalam sesi gladi bersih puncak perayaan HUT ke-80 Republik...

Puluhan Rumah Terdampak, PDI Perjuangan Sumbawa Beri Bantuan Tunai untuk Korban Kebakaran

Sumbawa Besar - Musibah kebakaran yang melanda Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, yang mengakibatkan 30 rumah warga terdampak, menjadi perhatian serius berbagai pihak,...

Diduga Malapraktik, RSUD Tanjung Dilaporkan WNA Malaysia ke Polda NTB

Mataram - RSUD Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU), dilaporkan oleh seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia ke Polda NTB atas dugaan malapraktik medis....

PLN UIW NTB Nyalakan Listrik untuk 136 Warga Tidak Mampu melalui Program Light Up The Dream

Mataram – Dalam momentum peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) kembali menyalakan harapan...

Seluruh Fraksi DPRD NTB Kompak Dukung Pembahasan Lima Raperda Prakarsa Dewan

Mataram – Seluruh fraksi di DPRD Provinsi NTB menyatakan dukungan terhadap kelanjutan pembahasan lima Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prakarsa DPRD NTB. Dukungan tersebut...