Lombok Barat — Telepon laporan kebakaran pada Jumat(4/9) malammembuat personel Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lombok Barat langsung bergerak. Namunsetibanya di lokasiapi yang dilaporkan ternyata tidak ada. Laporan tersebut diduga merupakan prank.
Meski berakhir tanpa kejadian kebakaranrespons cepat petugas itu justru menjadi perhatian Pelaksana Harian (PLH) Sekretaris Daerah Lombok BaratH. Saiful Ahkamyang malam itu mengunjungi jajaran Damkarmat untuk melihat langsung kesiapsiagaan personel sekaligus mendengar berbagai kebutuhan mereka.
Laporan awal menyebutkan adanya kebakaran di wilayah LamperKecamatan Kuripan. Petugas yang menerima informasi langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Setelah tiba dan memastikan kondisi di lapangantidak ditemukan adanya kebakaran sebagaimana laporan yang diterima.
Bagi Damkarmatsetiap laporan tetap harus ditindaklanjuti karena keterlambatan beberapa menit saja dapat berdampak besar ketika kejadian yang dilaporkan benar-benar terjadi. Karena itukesiapsiagaan personel menjadi tuntutan yang tidak mengenal waktu.
Dalam kunjungannyaSaiful Ahkam mendorong agar kesiapsiagaan Damkarmat tidak hanya bertumpu pada personel pemerintah. Peran masyarakat juga perlu diperkuat melalui pembentukan kelompok peduli kebakaran yang dapat membantu melakukan pencegahanmitigasihingga penanganan awal sebelum petugas tiba.
Menurutnyapola tersebut telah diterapkan di sejumlah daerah dan terbukti dapat menjadi kekuatan tambahan dalam menghadapi ancaman kebakaran.
“Bisa tiru daerah lainadanya Balakar sangat membantu mengantisipasimencegahserta melakukan penanganan awal kebakaran,” tegasnya.
Keterlibatan masyarakat dinilai penting mengingat warga biasanya menjadi pihak pertama yang mengetahui ketika kebakaran mulai terjadi. Dengan pembekalan dan pelatihan yang tepatmasyarakat dapat membantu melakukan tindakan awal sekaligus mempercepat penyampaian informasi kepada petugas.
Di sisi lainkecepatan menuju lokasi juga menjadi perhatian. Kendaraan operasional Damkarmat dituntut memiliki mobilitas yang memadai agar personel dapat bergerak cepat dan bermanuverterutama ketika harus menjangkau lokasi kejadian melalui kondisi jalan yang sulit.
Kepala Dinas Damkarmat Lombok BaratH. Suhermandalam kesempatan tersebut menyampaikan wacana penambahan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Damkarmat di Narmada dan Sekotong. Penambahan UPT dinilai penting untuk memperluas jangkauan pelayanan sekaligus memperpendek waktu tempuh petugas ketika terjadi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.
Masing-masing UPT diproyeksikan membutuhkan sekitar 20 personel yang memiliki kemampuan terlatih. Saiful Ahkam merespons positif rencana tersebut dan meminta agar kebutuhan personel nantinya dikoordinasikan dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).
Ia menekankan agar penambahan personel tidak sekadar mengejar jumlahtetapi juga memperhatikan kompetensi. Personel yang ditempatkan di UPT baru harus memiliki kemampuan sesuai kebutuhan dan segera mendapatkan pelatihan.
“Personel yang nantinya ditempatkan juga harus langsung mendapatkan pelatihan,” ujarnya.
Penguatan kemampuan petugas juga menjadi perhatianterutama dalam penggunaan Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA)perangkat yang sangat penting ketika petugas harus melakukan penyelamatan atau pemadaman di lingkungan yang dipenuhi asap dan memiliki risiko tinggi terhadap pernapasan.
Risiko pekerjaan yang dihadapi petugas Damkarmat turut menjadi pembahasan. Mereka bekerja dalam situasi yang penuh ketidakpastianberhadapan dengan apiasapbangunan yang berpotensi runtuhhingga kondisi lapangan yang dapat berubah sewaktu-waktu. Persoalan kelebihan jam kerja juga masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi personel.
“Petugas Damkarmat ini memiliki risiko sangat tinggi,” ucap Syahabudin.
H. Suherman menambahkankesiapsiagaan Damkarmat mengharuskan setiap personel selalu dapat dihubungi. Karena ituanggota tidak diperkenankan mematikan telepon agar sewaktu-waktu dapat segera bergabung ketika terjadi kejadian.
“Ketika terjadi kejadianseluruh anggota harus siap bergabung untuk memperkuat tim di lapangan,” jelasnya.
Laporan kebakaran yang ternyata hanya prank tersebut akhirnya tidak menemukan api. Namunkejadian itu justru memperlihatkan bahwa bagi Damkarmatsatu panggilan telepon tetap harus diperlakukan sebagai keadaan darurat sampai terbukti sebaliknya.
Karena itupenguatan personelsarana operasionalpeningkatan kompetensiserta keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan Damkarmat Lombok Barat mampu memberikan respons yang semakin cepat dan pelayanan penyelamatan yang semakin optimal. (F*)
Ket. Foto:
Plh. Sekda Lombok BaratH. Saeful Ahkambersama Kepala Dinas Damkarmat Lombok BaratH. Suherman dan jajaran Damkarmat Lobar. (Ist)

