Hj. Nanik Suryatiningsih Tegaskan Tak Pernah Terima Dana Siluman, Dukung Kejati Usut Tuntas Kasus Fee Pokir DPRD NTB 

Mataram – Polemik dugaan beredarnya dana siluman berupa fee proyek Pokok Pikiran (Pokir) di kalangan Anggota DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memanas. Hingga kini, lebih dari 20 anggota DPRD NTB telah diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB. Namun, meski sudah ada dua anggota dewan yang mengembalikan dana fee Pokir Tahun Anggaran 2024, kasus ini masih belum naik ke tahap penyidikan.

Situasi yang berlarut-larut ini memicu isu liar di tengah masyarakat. Bahkan, mulai beredar stiker di grup WhatsApp dan media sosial yang mencantumkan nama sejumlah anggota DPRD NTB yang diduga ikut menerima fee Pokir. Informasi yang tak jelas asal-usulnya itu menimbulkan keresahan, baik di kalangan konstituen maupun anggota dewan sendiri.

Sejumlah anggota DPRD NTB mengaku risih karena setiap kali turun ke masyarakat dalam kegiatan reses, mereka justru harus menghadapi pertanyaan soal kebenaran dugaan fee Pokir, bukan lagi menyerap aspirasi publik. Kondisi ini bahkan berujung pada stigma dan “pengadilan” di ruang-ruang publik.

Salah satu yang ikut terseret dalam pusaran fitnah adalah Hj. Nanik Suryatiningsih, Anggota DPRD NTB dari Fraksi Partai Gerindra. Ia mengaku mendapat kiriman stiker yang menyebut dirinya ikut kecipratan dana fee Pokir, sebagaimana dua anggota dewan lain yang telah mengembalikan dana tersebut ke Kejati.

“Saya tegaskan, saya tidak pernah menerima uang siluman itu. Justru saya termasuk yang paling lantang meminta kasus ini dibongkar tuntas. Fitnah ini jelas merugikan nama baik saya dan membuat konstituen ikut resah,” tegas Hj. Nanik, Selasa (20/8).

Menurutnya, isu yang terus beredar tanpa kepastian hukum telah menimbulkan keresahan berkepanjangan. “Saya berkali-kali harus menenangkan pendukung dan konstituen. Tapi fitnah terus datang, bahkan sudah sampai dibuatkan stiker-stiker. Ini sudah masuk kategori pembunuhan karakter,” ungkapnya.

Karena itu, Hj. Nanik memberikan dukungan penuh kepada Kejati NTB untuk mengusut tuntas kasus dugaan fee Pokir ini. Ia mendesak agar seluruh anggota DPRD NTB diperiksa tanpa pandang bulu, agar publik mengetahui siapa saja yang benar-benar menerima aliran dana tersebut.

“Saya mendukung penuh Kejati mengusut dan buka semua ke publik. Jangan biarkan isu berkembang liar. Kalau memang ada yang menerima, sampaikan dengan jelas. Kalau tidak, hentikan fitnah ini supaya anggota dewan yang jujur tidak ikut tercemar,” ujarnya.

Polemik fee Pokir DPRD NTB ini sudah berbulan-bulan menjadi konsumsi masyarakat. Situasi yang belum terang benderang ditengarai dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk merusak citra lembaga legislatif. Akibatnya, kepercayaan publik terhadap DPRD NTB kian menurun.

“Kalau tidak dibongkar, citra DPRD NTB makin rusak. Kita dipilih untuk mengabdi, bukan memperkaya diri. Saya siap diperiksa kapan saja untuk membuktikan bahwa saya tidak pernah menerima dana itu,” tegas Hj. Nanik. (F3)

Ket. Foto:

Anggota DPRD NTB Fraksi Gerindra Hj. Nanik Suryatiningsih saat menghadiri kegiatan rapat Paripurna Dewan NTB. (Ist)

Discover

Sponsor

spot_imgspot_img

Latest

Ketua DPRD NTB Tepis Upaya Menghalangi, Sebut Pengajuan Interpelasi adalah Hak Anggota

Mataram - Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda menegaskan, pihaknya tidak pernah sekalipun melarang anggota DPRD setempat menggunakan hak politiknya terkait kebijakan pemerintah...

Wabup Nurul Adha Terima Radiogram Mendagri, Resmi Jalankan Tugas dan Wewenang Bupati Lombok Barat 

Mataram - Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, resmi menerima Radiogram Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Surat Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB)...

PELATARAN Kantah Kota Mataram, Solusi Mendapatkan Pelayanan Pertanahan di hari libur

Mataram - Kantor Pertanahan Kota Mataram terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui program Pelayanan Pertanahan Akhir Pekan (PELATARAN). Program ini hadir...

72 Pejabat Eselon II dan III Dilantik, LMI: Murni rotasi tidak ada yang dinonaktifkan

Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Lalu Iqbal, secara resmi melantik 72 pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB, Selasa (30/4). Dalam...

Dewan Dorong Sinergi Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam Program Desa Berdaya

 Mataram - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (DPRD NTB), Muhammad Aminurlah, menilai program Desa Berdaya yang tengah digencarkan...